Pelatih Inggris Sudah Pikirkan Euro 2020

Pelatih Inggris Gareth Southgate mengatakan dirinya sudah mulai berpikir soal Euro 2020 setelah The Three Lions hanya menduduki urutan keempat Piala Dunia 2018, Sabtu.
Berita Terkini - Pelatih Inggris Gareth Southgate mengatakan dirinya sudah mulai berpikir soal Euro 2020 setelah The Three Lions hanya menduduki urutan keempat Piala Dunia 2018, Sabtu.

Gilabola.com –  Pelatih Inggris Gareth Southgate mengatakan dirinya sudah mulai berpikir soal Euro 2020 setelah The Three Lions hanya menduduki urutan keempat Piala Dunia 2018, Sabtu.

Timnya kalah 2-o di tangan Belgia pada perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2018 di Saint Petersburg, Sabtu malam. Sebelumnya, mereka kalah 2-1 melalui perpanjangan waktu saat melawan Kroasia pada babak semifinal.

Dengan demikian Inggris gagal mencapai final turnamen besar kedua mereka sepanjang sejarah. Namun Southgate sudah mulai memikirkan event Euro 2020.

Eropa menjadi tuan rumah bersama Euro 2020 dan Stadion Wembley akan kebagian menjadi tuan rumah semi final dan final. Southgate mengatakan: “Kami seperti memiliki turnamen di kandang sendiri, jadi ini akan sangat brilian.”

Advertisement
advertisement
advertisement
DepoToto
DepoToto

“Apa yang akan dialami para pemain akan sangat mirip dengan apa yang kami alami pada tahun 1996 dan tahun 1966. Itu luar biasa bagi semua orang.”

“Kami sudah berbicara dengan mereka [para pemain] tentang itu sebelumnya. Tapi ide [menjadi tuan rumah] itu terlalu sulit untuk dipahami. Kebanyakan mereka belum lahir pada tahun 1990, dan mereka terlalu muda untuk memahami 1996.”

“Jadi mereka belum pernah merasakan apa yang membuat Inggris benar-benar bersemangat tentang tim nasional sepak bola mereka itu. Mereka merasakan itu sekarang.”

Tim Inggris akan kembali ke Bandara Birmingham setelah pertandingan mereka melawan Belgia, dan Southgate berencana untuk kembali bekerja di St George’s Park minggu depan sebelum pergi berlibur.

Tetapi meskipun ingin segera memikirkan turnamen berikutnya, Southgate mengakui dia mungkin tidak akan pernah pulih dari kekecewaan tersingkir keluar dari Piala Dunia ini.

“Kami hanya selisih 20 menit saja dari final Piala Dunia – yang akan hidup dengan saya selamanya, tidak ada keraguan tentang itu. Saya sadar saya harus membangkitkan semangat semua orang, tetapi saya menonton kembali pertandingan itu pada pukul empat, Jumat pagi.”

“Saya sudah cukup dewasa sekarang sehingga saya tidak perlu menyalahkan diri saya sendiri. Saya pikir ketika saya menjadi pemain, saya memiliki pola pikir yang sangat sederhana. Saya jauh lebih rasional sekarang. Saya bisa melihat apa yang telah kami capai.”

“Tanggung jawab Anda berbeda saat menjadi manajer. Sangat berbeda [dibandingkan menjadi pemain] tetapi sama menyakitkannya, pasti. Saya juga harus membuat orang lain move in setelah beberapa hari ke depan.”

Source :

SkySports