Pelatih Timnas Indonesia U-22 Tak Panggil Pemain Baru

Pelatih Timnas Indonesia U-22 Tak Panggil Pemain Baru

Pelatih Timnas Indonesia U-22, Indra Sjafri, akui tak akan memanggil pemain baru dalam pemusatan latihan yang telah memasuki pekan kedua saat ini.

Tiga nama pemain yang terakhir dipanggil Indra Sjafri adalah kiper Pusamania Borneo FC, Nadeo Argawinata, gelandang Persib Bandung U-19 Syafril Lestaluhu dan Jayus Hariono dari Arema FC.

“Kami akan terus latihan di pagi hari sampai Jumat (18/1) mendatang, setelah itu akan ada sesi latihan seperti pekan lalu, dan diakhiri sesi internal game,” ujar pelatih Timnas Indonesia U-22, Indra Sjafri, Senin (14/1) pagi.

Terakhir, menurut Indra Sjafri, timnya akan menciutkan lagi jumlah pemain, walau promosi baru akan dilakukan setelah ajang Piala AFF. Alasannya, Indra Sjafri ingin skuadnya sudah fokus periodesasi pada pekan ketiga.

Indra Sjafri Pertahankan 30 Pemain

Advertisement
advertisement
advertisement
DepoToto
DepoToto

Sekitar 30 pemain akan dipertahankan pada akhir pekan ini. Adapun jumlah pemain yang dipanggil untuk ikuti pemusatan latihan bersama Timnas Indonesia U-22 adalah sebanyak 35 orang. Nantinya, 30 pemain tersebut sudah akan fokus untuk skuad final Piala AFF U-22 2019 yang akan digelar 18 Februari mendatang.

Pada Piala AFF tersebut, Garuda Muda akan bertemu Malaysia, Singapura, Myanmar dan Kamboja sebagai tuan rumah. Baru setelah gelaran Piala AFF U-22/2019 ini selesai, Indra akan memanggil lagi sejumlah pemain baru.

Indra sebelumnya telah pulangkah tiga pemain, yakni kiper PSM Makassar Hilman Syah, gelandang PSIM Yogyakarta Yoga Pratama dan penyerang Arema FC, Dalmiansyah Matutu.

Awalnya Panggil 38 Pemain

Pada pemanggilan awal, Indra Sjafri memanggil 38 pemain untuk pemusatan latihan Timnas Indonesia U-22 ini. Mereka berkumpul di Jakarta pada 7 Januari lalu, dan mempersiapkan diri hadapi Piala AFF U-22 di Kamboja serta kualifikasi Piala AFC U-23 pada Februari dan Maret 2019.

Saat lakukan pemanggilan pertama, Indra mengatakan pemilihan ke-38 pemain ini didasarkan pada jam bermain dan keaktifan mereka dalam bermain di kompetisi. Selain itu, dipertimbangkan pula bagaimana penampilan para pemain tersebut di lapangan.