Final Carabao Cup antara Manchester City dan Arsenal bukan hanya soal perebutan trofi. Ada satu keputusan penting yang sudah diambil Pep Guardiola sejak jauh hari, dan keputusan itu bisa menjadi penentu jalannya pertandingan di Stadion Wembley pada 22 Maret mendatang.
Guardiola memastikan bahwa satu posisi vital dalam timnya sudah ia tetapkan, bahkan sebelum laga puncak dimainkan. Keputusan ini menunjukkan betapa besarnya kepercayaan sang pelatih kepada pemain tersebut, meski musim ini perannya sempat berubah.
Pelan-pelan, rahasia itu pun mulai terungkap!
James Trafford Dipercaya Mengawal Gawang
Pep Guardiola secara resmi mengonfirmasi bahwa James Trafford akan menjadi starter saat Manchester City menghadapi Arsenal di final Carabao Cup.
Trafford yang direkrut dari Burnley pada bursa transfer musim panas lalu sebenarnya sempat menjadi pilihan utama di awal musim. Namun, posisinya perlahan tergeser setelah kedatangan kiper tim nasional Italia, Gianluigi Donnarumma.
Sejak saat itu, Trafford lebih sering tampil di ajang piala domestik. Selain itu, ia juga sempat turun satu kali di Liga Champions saat menghadapi Bayer Leverkusen.
Meski jarang bermain di liga, kiper berusia 23 tahun itu tetap menunjukkan kualitasnya. Ia tampil penuh pada dua laga semifinal melawan Newcastle dan menjadi salah satu kunci keberhasilan City melaju ke final.
Pada leg kedua, Trafford melakukan sejumlah penyelamatan penting yang membuat Newcastle kesulitan mencetak gol.
Performa tersebut mendapat pujian langsung dari Guardiola.
“Saya sudah mengatakan sejak awal, dia adalah kiper top. Masa depannya luar biasa,” ujar Guardiola kepada Sky Sports.
“Dia akan bermain di final Carabao Cup pertamanya.”
Lima Final dalam Satu Dekade
Laga di Wembley nanti akan menjadi final Carabao Cup kelima Manchester City dalam sepuluh tahun terakhir di bawah kepemimpinan Guardiola.
Catatan ini menunjukkan konsistensi City di kompetisi tersebut, meski persaingan semakin ketat setiap musim.
Guardiola mengaku sangat puas dengan pencapaian timnya.
“Saya sangat senang. Tidak mudah untuk sampai ke sini. Kami sudah bermain di banyak semifinal, jadi ini pencapaian yang bagus,” katanya.
“Dalam sepuluh tahun, kami lima kali masuk final. Itu luar biasa.”
Ia juga menegaskan bahwa, kecuali musim lalu, City selalu tampil stabil di ajang ini.
“Setiap hari kami bekerja sebagai sebuah mesin. Itu yang membuat kami bisa sampai sejauh ini,” tambahnya.
Arsenal Disebut Tim Terbaik Saat Ini
Menjelang final, Guardiola juga melontarkan pujian besar kepada Arsenal. Menurutnya, lawan yang akan dihadapi City saat ini adalah salah satu tim terbaik di Eropa, bahkan dunia.
Ia menilai kualitas permainan dan statistik Arsenal menunjukkan betapa kuatnya tim asuhan Mikel Arteta tersebut.
“Ini pengalaman yang bagus untuk kami, menghadapi mungkin tim terbaik di Eropa atau dunia saat ini,” ujar Guardiola.
“Cara mereka bermain dan data statistik mereka sangat mengesankan.”
Guardiola berharap seluruh pemainnya berada dalam kondisi prima saat laga final tiba.
“Mudah-mudahan kami datang ke bulan Maret dengan kondisi penuh dan siap. Kami ingin memainkan pertandingan yang bagus melawan mereka,” lanjutnya.
Jalan Mulus Menuju Final
Manchester City melaju ke final dengan cara yang meyakinkan. Mereka menyingkirkan Newcastle dengan agregat 5-1 dalam dua leg semifinal.
Guardiola menilai keberhasilan ini tidak datang secara instan, melainkan hasil dari konsistensi selama 180 menit pertandingan.
“Untuk mencapai final, Anda harus tampil stabil dalam dua laga. Kami bermain sangat baik,” jelasnya.
“Secara keseluruhan, menang 5-1 adalah hasil yang sangat bagus.”
Dengan performa solid, kepercayaan kepada James Trafford, serta motivasi besar menghadapi Arsenal, Manchester City kini siap menghadapi tantangan besar di Wembley.
Final ini bukan hanya tentang trofi, tetapi juga tentang pembuktian kualitas, konsistensi, dan mental juara di bawah asuhan Pep Guardiola.

