Perkenalkan Estelle Johnson, Singa Paling Cantik di Piala Dunia Wanita

Perkenalkan Estelle Johnson, Singa Paling Cantik di Piala Dunia Wanita

Perkenalkan Estelle Johnson, pemain paling cantik di kompetisi Piala Dunia Wanita 2019 di Prancis. Kamu tak akan bisa menebak timnasnya. Mana coba?

Ini terus terang merupakan sebuah tulisan yang seksis. Kami situs sepak bola tapi giliran pemain perempuan, yang dibahas malah kecantikannya, bukan skill-nya mengolah bola. Ya ada juga nanti belakangan. Tapi kalau kamu sampai tahu tim nasional yang dibelanya maka komentar yang muncul dari para pembaca bukan hanya terkesan seksis tapi juga rasis.

Tadi pagi kami sudah menurunkan berita soal kericuhan yang terjadi dalam pertandingan Inggris vs Kamerun di babak 16 besar Piala Dunia Wanita 2019 di Prancis. Dari semua foto-foto timnas Kamerun saat mereka marah, kecewa, menangis, terselip ada satu pemain yang kalem dan berkulit lebih terang daripada umumnya. Saat semua rekan timnas Kamerun marah-marah ke wasit Liang Qinย asal China, ia berdiri diam. Tidak emosional.

Dialah ini pemain yang bernama Estelle Johnson. Dia berkulit lebih terang dibandingkan rekan-rekannya di The Indomitable Lions (atau Singa yang Tak Terkalahkan) karena berayahkan orang Amerika dan ibu asal Mali. Baru dipanggil masuk timnas wanita Kamerun 1 Mei lalu dan membuat debutnya pada laga melawan Spanyol selang dua minggu setelahnya saat mereka kalah 0-4.

Advertisement
advertisement
advertisement
DepoToto
DepoToto

Perkenalkan Estelle Johnson, Singa Paling Cantik di Piala Dunia Wanita

Estelle Johnson pertama kali tertarik bermain bagi Kamerun, negara kelahirannya, setelah menyaksikan tim itu mencapai babak 16 di Piala Dunia Wanita tahun 2015. Dia mengalami sedikit kesulitan administrasi untuk bisa bergabung dengan Kamerun, sampai pelatih Alain Djeumfa dipilih menjadi pelatih timnas pada Januari 2019 dan semua urusan surat-surat menjadi selesai lebih cepat.

Sesuai keterangan yang diperoleh dari laman Wikipedia mengenai dirinya, Estelle Johnson lahir di Kamerun dari ayah orang Amerika dan ibu asal Mali, sebuah negara Afrika lainnya. Dia berpindah-pindah ke beberapa negara untuk mengikuti pekerjaan ayahnya, tetapi keluarganya akhirnya menetap di Colorado Amerika Serikat ketika dia masih di tahap sekolah dasar.

Johnson masuk kuliah di University of Kansas di mana dia bermain bagi tim Jayhawks selama musim 2006 sampai 2009. Selama musim pertamanya, ia tampil dalam 19 pertandingan dengan 18 di antaranya menjadi starter. Dia peringkat kelima di tim dengan 1445 menit permainan dan membantu Jayhawks mengalahkan delapan lawan dan posisinya sebagai bek menolong menahan angka rata-rata kebobolan tim sebesar 0,98 gol per pertandingan.