Pertandingan Manchester City Diwarnai Demo Politik

Pertandingan Manchester City Diwarnai Demo Politik

Gilabola.com – Pertandingan Manchester City diwarnai demo politik menolak RUU Ekstradisi. Laga persahabatan itu sendiri dimenangkan City skor 1-6.

Pertandingan Manchester City di laga persahabatan lawan Kitchee diwarnai protes bernuansa politik. Para penggemar sepak bola Hong Kong menyanyikan lagu protes dan membentangkan spanduk anti pemerintahan dan China selama pertandingan persahabatan yang melibatkan Juara Liga Utama Inggris.

Sebelum pertandingan, beberapa pengunjuk rasa membagi-bagikan selebaran di luar stadion di mana kubu The Sky Blues melawan klub lokal Kitchee. “Kita tetap harus protes. Jumlah kami banyak, ” ujar salah satu pendemo yang menutupi wajahnya dan menolak memberikan namanya melalui CNA.

Selama beberapa bulan terakhir, Hong Kong dipanaskan serangkaian protes yang semakin sering berujung kekerasan. Krisis yang paling serius sejak kota ini diserahkan kembali ke China oleh Britania pada 1997 tetapi dengan kebebasan demokratis di bawah formula “satu negara, dua sistem “.

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

Saat permainan hari Rabu sedang berlangsung, beberapa penggemar menyanyikan “Dapatkah Anda mendengar orang-orang bernyanyi? ” dan banyak dari 20.000 penonton mulai menyanyian “Free Hong Kong”.

Pertandingan Manchester City tidak terlalu terpengaruh

Penonton lain mengangkat kalimat “tidak ada ekstradisi”. Seorang berpakaian hitam, warna pilihan pengunjuk rasa, juga sempat berlari ke lapangan hingga mengganggu pertandingan.

Kubu The Sky Blues dengan mudah bisa memenangkan pertandingan skor 6-1 itu, termasuk melalui dua gol dari Winger Leroy Sane. David Silva, Raheem Sterling, Nabil Touaizi, dan Iker Pozo ikut bergantian mencetak gol di Stadion Hong Kong.

Dalam konferensi pers pasca pertandingan, Pep Guardiola berkata bahwa dirinya berharap sebuah solusi dapat ditemukan untuk masalah Hong Kong. Ia menghindari komentar bahas masalah politik antara Hong Kong dengan negara yang baru ia tinggalkan dalam perseteruan dengan media negara tersebut.

“Di sini pertandingan tetap berjalan dengan normal,” ujarnya memastikan jika para pemain tidak terpengaruh aksi demo.

Kapten Kitchee, Huang, mengatakan jika dirinya berharap jika sepak bola setidaknya bisa membantu meringankan ketegangan yang sudah memakan waktu beberapa bulan tersebut. “Kami menggunakan Sepakbola untuk menyatukan semua orang, berkumpul dan untuk melihat masa depan di Hong Kong.”