Gilabola.com – Thailand U-23 harus mengawali kiprah mereka di Piala Asia U-23 2026 dengan hasil mengecewakan setelah kalah 1-2 dari Australia pada laga pembuka Grup D, meski sempat unggul lebih dulu dan tampil cukup kompetitif hingga akhir pertandingan.
Tim asal Asia Tenggara itu sebenarnya memulai laga dengan sangat ideal. Gol cepat di awal pertandingan memberi harapan besar, namun jalannya laga berubah drastis hanya dalam hitungan menit akibat kartu merah dan dua gol balasan cepat dari Australia.
Gol Cepat Thailand Berbuah Keunggulan Awal
Thailand membuka keunggulan pada menit ke-8 melalui situasi bola mati. Sepak pojok dari sisi kiri gagal dibersihkan dengan sempurna oleh lini pertahanan Australia, dan bola jatuh ke kaki Sittha Boonlha di tepi kotak penalti.
Tembakan rendah Sittha sempat mengenai pemain bertahan sebelum mengecoh kiper Steven Hall. Gol tersebut memberi Thailand keunggulan awal yang terasa seperti awal impian di turnamen ini.
Kartu Merah Mengubah Arah Pertandingan
Namun keunggulan itu tak bertahan lama secara emosional. Hanya satu menit berselang, Thailand harus kehilangan Phon-ek Maneekorn yang diganjar kartu merah langsung usai tinjauan VAR. Pelanggaran berbahaya terhadap Jordi Valadon membuat Thailand terpaksa bermain dengan 10 pemain hampir sepanjang laga.
Australia memanfaatkan situasi tersebut dengan meningkatkan tekanan. Pada menit ke-29, Yaya Dukuly dilanggar oleh kapten Thailand, Phichitchai Sienkrthok, di dalam kotak penalti. Wasit Kim Yu-jeong awalnya membiarkan permainan berlanjut, namun setelah kembali melihat VAR, keputusan diubah menjadi penalti.
Ethan Alagich yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan tenang, mengarahkan bola lurus ke tengah gawang untuk menyamakan skor menjadi 1-1.
Kesalahan Individu Berujung Gol Penentu
Belum sempat Thailand menata ulang permainan, Australia langsung mencetak gol kedua hanya berselang satu menit. Sittha kehilangan bola di area berbahaya dekat kotak penalti sendiri, memberi kesempatan bagi Alagich untuk merebut bola dan mengirimkan umpan kepada Mathias Macallister.
Kapten Australia itu melewati satu pemain bertahan sebelum melepaskan sepakan kaki kanan melengkung yang bersarang di sudut jauh gawang. Skor berubah menjadi 2-1 untuk Australia.
Thailand Tetap Melawan Meski Kekurangan Pemain
Meski tertinggal dan bermain dengan 10 orang, Thailand tidak menyerah begitu saja. Mereka nyaris menyamakan skor pada menit ke-38 saat sebuah tembakan membentur tiang gawang, disusul peluang emas yang gagal dimanfaatkan Chawanwit Saelao dari jarak dekat.
Di babak kedua, Australia mendominasi penguasaan bola, namun Thailand bertahan dengan disiplin dan tetap menekan saat ada kesempatan. Kiper Boonloet tampil solid dengan beberapa penyelamatan penting, sementara Australia menyia-nyiakan sejumlah peluang untuk memastikan kemenangan lebih awal.
Thailand mencoba meningkatkan intensitas serangan di menit-menit akhir, tetapi kesulitan menciptakan peluang bersih. Kesalahan di lini tengah pada masa injury time menjadi gambaran malam yang penuh frustrasi bagi mereka, ketika waktu terus terbuang tanpa hasil.
Peluit akhir memastikan kekalahan Thailand, sebuah hasil yang sangat dipengaruhi oleh indisipliner di awal laga dan kesalahan individu yang berujung fatal, membuat langkah mereka di Grup D Piala Asia U-23 2026 menjadi semakin berat.

