Piala Liga Musim Depan Tanpa Tujuh Klub Terbesar Premier League!

Piala Liga atau EFL Cup akan dipangkas jadwalnya

Gilabola.com – Jadwal super padat akhir musim ini akibat penundaan selama tiga bulan dampak dari pandemi coronavirus memberikan pengaruh besar pada rencana kompetisi musim 2020/2021 mendatang.

Dengan mundurnya jadwal kompetisi, dipastikan bahwa musim depan akan menjadi musim yang sangat-sangat padat yang membuat para pihak penyelenggara kompetisi harus memutar otak demi mengurangi kemacetan jadwal.

Salah satunya adalah kompetisi Piala Liga atau Piala EFL atau juga dikenal dengan Carabao Cup. Menurut laporan, kompetisi kelas dua Inggris ini akan tanpa tujuh klub teratas Liga Premier musim depan karena kemacetan jadwal mencapai “level kritis”.

Tanggal untuk dua putaran Liga Champions musim depan dan Liga Eropa kemungkinan akan berbenturan dengan jadwal kompetisi Piala Liga.

Advertisement
Pulsa Gratis
Pulsa Gratis
RatuCasino77
RatuCasino77

Seperti dilansir The Times, Piala Liga menghadapi prospek digelar tanpa tujuh tim teratas Liga Premier saat krisis coronavirus terus mendatangkan malapetaka pada kalender sepakbola.

EFL mempertimbangkan semua pilihannya dan belum membuat keputusan akhir – tetapi tampaknya hampir pasti bahwa klub top akan absen dari Piala Liga agar mereka bisa bersaing di panggung Eropa.

Pilihan yang lebih ekstrem adalah dengan memangkas jadwal Piala Liga atau juga dikenal dengan Carabao Cup ini untuk musim depan, tetapi ini akan cukup merugikan sebagian klub dari aspek finansial.

Pilihan ketiga adalah klub-klub yang bermain di Eropa bisa menurunkan para pemain level muda mereka – seperti yang dilakukan Liverpool melawan Aston Villa pada bulan Desember karena mereka harus berkompetisi di Piala Dunia Antar Klub.

Namun para kritikus percaya opsi ini akan meremehkan integritas kompetisi yang berusia 60 tahun tersebut.

EFL telah menyatakan keprihatinannya bahwa klub-klub besar Premier League dapat memanfaatkan momen ini untuk mengambil kesempatan untuk keluar dari kompetisi secara permanen jika mereka bermain di Eropa.

Padatnya jadwal setelah krisis coronavirus dikatakan telah mencapai “level kritis” dan akan semakin buruk jika kompetisi musim depan dimulai lebih lambat.

Seperti dilaporkan sebelumnya oleh Daily Mail, beberapa pemimpin Liga Premier telah mengadakan diskusi pribadi seputar masa depan Piala Liga, menganggapnya “gangguan yang tidak perlu”.

Bahkan Pep Guardiola dan Jurgen Klopp telah beberapa kali secara terang-terangan mengkritik betapa padatnya jadwal di kompetisi sepak bola negeri Ratu Elisabeth, dan menyalahkannya atas beberapa kasus cedera pada para pemain.

Manchester City telah memenangkan empat dari lima edisi terakhir Piala Liga, terakhir kali mengalahkan Aston Villa 2-1 di Stadion Wembley pada bulan Maret.