Portugal Bukan Favorit Juara Euro 2020, Kata Santos

Portugal Bukan Favorit Juara Euro 2020, Kata Santos

Gilabola.com – Pelatih Timnas Portugal Fernando Santos mengharapkan tim asuhannya berjuang keras  tetapi tidak berpikir sang juara bertahan difavoritkan menuju Euro 2020.

Gol dari Bruno Fernandes dan Cristiano Ronaldo – yang merupakan gol internasionalnya yang ke-99 – memastikan kemenangan 2-0 di kandang Luxembourg pada hari Minggu dan memastikan tempat bagi Portugal di putaran final Piala Eropa tahun depan.

Skuad asuhan Santos hanya memenangkan satu pertandingan dalam 90 menit saat mereka menjuarai Piala Eropa di Prancis pada tahun 2016. Muncul pemain berbakat Bernardo Silva, Joao Felix, Ruben Neves dan Fernandes, bersama dengan kehadiran Ronaldo, bisa dibilang memberi Santos skuad yang jauh lebih kuat daripada yang memenangkan Piala Eropa bagi negara.

Namun meski Santos tidak pernah mengecilkan peluang tim asuhannya di Euro 2016, ia tidak menganggap Timnasnya sebagai favorit juara Euro 2020.

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

“Kami adalah kandidat di Euro 2020, kami tidak pernah berasumsi karena kami adalah favorit juara,” katanya dalam konferensi pers pasca-pertandingan.

“Tim kami memiliki kualitas. Ketika kami dapat mengumpulkan kreativitas, kualitas dan catatan artistik, dan pada saat yang sama menyadari bahwa pertandingan, pada waktu-waktu tertentu, membutuhkan hal-hal lain, [kami] secara teori tak terkalahkan.”

“Tidak gampang mengalahkan kami yang memiliki semua kondisi untuk bisa memiliki Piala Eropa yang bagus. Statusnya sama seperti biasa. Ketika kami pergi ke Euro 2016, mereka mengatakan itu gila ketika saya mengatakan kami adalah kandidat,” pungkas pelatih berusia 65 tahun tersebut.

Kondisi lapangan yang buruk di Stade Josy Barthel membuat frustrasi mereka karena mereka tidak dapat menemukan performa apik mereka saat mengalahkan Lithuania 6-0 pada hari Jumat.

Ronaldo yang diharapkan untuk mencetak gol ke-100nya untuk timnya gagal mewujudkannya, dengan tendangannya dari garis gawang pada menit ke-86 membuat bintang Juventus itu hanya kurang satu gol dari 100 untuk negaranya.

Portugal bangga para pemain perlihatkan karakter pejuang

“Itu bukan pertandingan dengan catatan artistik, karena kami melawan Lithuania,” tandas Santos. “Sebelum pertandingan, kami tidak senang dengan kondisi lapangan, tetapi kami sadar bagaimana keadaannya dan sesungguhnya itu menimbulkan beberapa masalah, terutama dalam sirkulasi bola.”

“Para pemain kesulitan mendapatkan bola. Selama 20 menit pertama, kami tidak bisa mendapatkan permainan yang tepat dan Luksemburg adalah tim yang menekan dengan baik dan secara fisik kuat.”

“Dari menit ke-25, segalanya menjadi lebih seimbang, kami mulai bermain berbeda dan mencetak gol [Fernandes].

“Itu adalah pertandingan yang lebih sulit dari yang kami harapkan, tetapi itu menunjukkan karakter dan kepribadian para pemain kami.”