Prediksi Grup C: Kasta Terendah di Euro 2020, Belanda Dijagokan, Tapi Ukraina Akan Beri Kejutan

Gilabola.com – Grup C di Euro 2020 memiliki empat tim dengan ranking terendah dalam daftar FIFA. Makedonia Utara urutan 62 dunia, di bawah Kongo, Burkina Faso dan Pantai Gading. Belanda ranking 16, di bawah Swiss dan Kroasia, di atas Wales, Swedia dan Polandia. Austria dan Ukraina berdekatan, berada pada posisi 23 dan 24.

Ada dua tim yang menjadi sorotan di Grup C Euro 2020 ini. Bagi Belanda, ini adalah turnamen besar pertamanya sejak Piala Dunia 2014. Sementara itu bagi Ukraina, mereka finish pada urutan pertama babak kualifikasi Grup B, di atas Portugal. Menang enam dan imbang dua, poin 20. Sementara Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan pada waktu itu menang lima imbang dua dan kalah satu, poin 17, hanya menduduki posisi kedua Grup B.

Tapi sejak saat itu, skuad asuhan legenda Chelsea Andriy Shevchenko hanya berhasil menang dua kali saja dari sembilan laga kompetitif di UEFA Nations League dan kualifikasi Piala Dunia. Tiga hasil imbang skor 1-1 pada kualifikasi Piala Dunia bulan Maret 2021, sementara enam pertandingan UEFA Nations League berakhir dengan empat kekalahan. Jadi, para penggemar Ukraina akan sangat ingin agar timnas mereka kembali ke jalur kemenangan.

Penampilan Pertama Austria

Advertisement

Di masa lalu banget, Austria termasuk tim nasional yang disegani. Menempati urutan keempat dan ketiga Piala Dunia. Kapan itu? Tahun 1934 dan 1954, jadi sudah tidak relevan lagi diingat ingat. Terakhir kali lolos ke Piala Dunia adalah pada tahun 1998 dan sejak saat itu sudah tidak pernah lagi masuk turnamen dunia tersebut.

Demikian juga di ajang Piala Eropa, dua kali tertahan di babak grup pada tahun 2008 dan 2016. Jadi ini adalah penampilan pertama Austria di turnamen internasional sejak 2016. Ada beberapa pemain bintang dalam skuad mereka. Yang paling menonjol adalah pemain belakang Real Madrid, David Alaba. Lainnya mungkin Marcel Sabitzer dari RB Leipzig.

Makedonia Utara Mengejutkan

Makedonia Utara adalah tim yang paling rendah derajatnya di Grup C ini, jika diukur dari daftar ranking FIFA. Posisi 62 dunia. Tapi jangan salah. Bulan Maret 2021 lalu, tim dari negara bekas pecahan Yugoslavia ini menang 2-1 atas favorit Jerman pada kesempatan kualifikasi Piala Dunia. Dan jika mereka ingin menciptkan kejutan maka sekaranglah saatnya.

Pemain Bintang Grup C Euro 2020

Ada tiga pemain yang akan menjadi bintang dari Grup C Euro 2020 ini. Pertama, sudah disinggung sedikit tadi, adalah bek Real Madrid David Alaba. Ia dikenal karena memiliki fleksibilitas, bisa bermain di banyak posisi, sebagai bek kiri atau di lini tengah.

Pemain kedua yang akan menjadi sorotan adalah bintang Makedonia Utara Goran Pandev, yang bermain sebagai No. 10 pada babak kualifikasi tetapi kemungkinan akan memimpin lini depan setelah cedera menimpa Ilija Nestorovski.

Namun yang kemungkinan memberi dampak terbesar bagi tim nasionalnya adalah Oleksandr Zinchenko dari Ukraina, yang bermain sebagai bek kiri untuk Manchester City tetapi akan turun sebagai gelandang untuk negaranya. Dia akan menjadi playmaker Ukraina, mendikte kecepatan, tekanan dan penguasaan bola untuk negaranya.

Laga Wajib Tonton di Grup C 

Laga yang harus ditonton dari Grup C ini adalah salah satu pertandingan pertama grup, Belanda vs Ukraina pada Senin 14 Juni 2021 dinihari. Hasil pertandingan ini bisa menentukan siapa yang akan menjadi juara grup. Belanda memiliki keuntungan sebagai tuan rumah di Johan Cruijff Arena di Amsterdam, tetapi Ukraina memiliki kesuksesan yang lebih konsisten selama beberapa tahun terakhir. Dua striker utama kedua tim, Memphis Depay atau Roman Yaremchuk, akan menjadi pembeda kedua kesebelasan.

Prediksi Akhir Grup C Euro 2020

Prediksi urutan keempat tim dari Grup C ini adalah Belanda, Ukraina, Austria dan Makedonia Utara.

Pemain Muda Kejutan di Grup C

Ada tiga pemain muda yang berpotensi mengejutkan pada Grup C ini. Yang pertama adalah Ryan Gravenberch, berusia 19 tahun dan merumput bagi Ajax Amsterdam. Tinggi badannya 190 centimeter menyebabkan ia memperoleh julukan Paul Pogba asal Belanda. Keterampilan kakinya tidak boleh diremehkan dengan ia menembus skuad utama Ajax karena rajin dan kekuatan fisiknya, menjadi gelandang yang menggiring bola dari kotak ke kotak.

Sekedar menggambarkan statusnya sebagai anak ajaib Oranje. Ryan Gravenberch baru melakoni debutnya untuk timnas U21 Belanda pada bulan September 2020, dan kini ia sudah merupakan salah satu pemain tak tergantikan di skuad senior Frank De Boer.

Ia menyebut dirinya sendiri sebagai “contortionist” atau orang yang bisa menekuk tubuhnya secara fleksibel, sangat bermanfaat menghadapi tim yang gemar bertahan secara ketat dan menutup ruang.

Pemain muda usia kedua yang akan menonjol dari Grup C adalah Sasa Kalajdzic. Pemain Austria. Usianya 23 tahun dan merumput bagi Stuttgart di Bundesliga. Pemain ini mencetak 17 gol bagi Stuttgart pada musim 2020/21 sehingga ada potensi tersembunyi pada bakatnya yang bisa membantu Austria.

Pemain muda ketiga dari Grup C yang akan mencuri perhatian adalah Eljif Elmas dari Makedonia Utara. Napoli membayar 300 Milyar rupiah untuk Elmas saat usianya baru 19 tahun, tetapi sebelum itu ia sudah menjadi bintang di Fenerbahce Turki hanya setelah dua musim. Usianya kini sudah menginjak 21 tahun tapi keterampilannya bermain sebagai gelandang box-to-box dan dengan dua musim yang mengesankan di Napoli serta lebih dari 200 pertandingan senior, Euro 2020 bisa menjadi pijakan untuk menjadi lebih terkenal lagi. Elmas mencetak empat gol bagi negaranya pada babak kualifikasi Euro pada tahun 2019, dan kemudian mencetak dua gol dalam kualifikasi Piala Dunia bulan Maret 2021, termasuk satu dalam kemenangan 2-1 atas Jerman.

De Boer dan Shevchenko

Frank De Boer merupakan legenda di Ajax Amsterdam dan Barcelona, sebelum mengambil alih kepelatihan di klub Belanda itu selama enam tahun sejak 2010. Setelah itu dua periode pendek yang mengecewakan terjadi di Inter Milan dan Crystal Palace, sebelum ia ditunjuk menjadi manajer timnas Belanda pada tahun 2020, menggantikan Ronald Koeman.

Sementara itu Andriy Shevchenko merupakan mantan pemain AC Milan dan Chelsea sebelum mengakhiri karirnya sebagai pemain di Dynamo Kyiv. Memulai karir kepelatihan di tim U19 dan U21, ia ditunjuk sebagai manajer tim senior sejak 1995.