Prediksi Grup E Euro 2020: Generasi Baru Spanyol, Raja Gol Lewandowski, Parkir Bus Slovakia

Gilabola.com – Grup E Euro 2020 adalah salah satu yang paling sulit ditebak hasil akhirnya dengan Spanyol, Polandia, Swedia dan Slovakia di dalamnya. La Roja favorit terkuat di sini, tapi tampil tidak meyakinkan dalam beberapa tahun terakhir.

Generasi emas Spanyol menjadi juara Euro 2008, juara Piala Dunia 2010 dan sekali lagi merebut gelar pada Euro 2012. Tapi setelah itu Spanyol tersingkir pada babak penyisihan grup Piala Dunia 2014 di Brasil, tersisih pada 16 besar Euro 2016 di Perancis dan gagal lagi pada 16 besar Piala Dunia 2018 di Rusia. Sudah tiga turnamen besar beruntun La Roja gagal mencapai babak perempat final.

Spanyol Datang Tanpa Satu pun Generasi Emas

Pasukan Luis Enrique datang tanpa satu pun pemain dari Generasi Emas dan untuk pertama kalinya pula tanpa satu pun pemain Real Madrid. Kapten Sergio Ramos dicoret akibat cedera dan minim kebugaran, keputusan yang mungkin akan disesali Enrique jika lini belakang gagal membuktikan diri mereka. Pau Torres dan Aymeric Laporte sebagai bek tengah terlihat belum konsisten.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
Totobet
Totobet
978Bet
978Bet

Selain itu, Spanyol dikenal dengan pendekatan membangun serangan secara perlahan dari belakang dan mendominasi penguasaan bola. Tetapi kepada siapa bola akan disuplai? Baik Alvaro Morata maupun Gerard Moreno bukan striker yang meyakinkan.

Satu-satunya optimisme atas tim nasional Spanyol adalah saat mereka menghabisi Jerman dengan skor 6-0, November 2020, pada kompetisi UEFA Nations League. Tiga dari enam gol La Roja waktu itu dilesakkan oleh Ferran Torres, dan masing-masing satu oleh Rodri, Alvaro Morata serta Mikel Oyarzabal.

Perlu diingat bahwa Luis Enrique merupakan bagian dari squad Spanyol yang kalah di tangan Inggris pada perempat final Euro 1996 di Wembley Stadium. Jika La Furia Roja bisa melaju sampai ke final, Enrique akan memiliki momen emosional membawa timnya memenangkan final di Wembley.

Raja Gol Lewandowski Pusat Perhatian

Tidak diragukan lagi Robert Lewandowski akan menjadi pemain andalan Polandia. Ini merupakan kekuatan sekaligus kelemahan tim asuhan Paulo Sousa. Lawan-lawan mereka di Grup E akan mematikan semua suplai bola ke striker Bayern Munchen itu, dan coba nanti kita lihat, apakah pelatih Polandia yang baru datang Januari 2021 itu bisa punya Plan B. Pelatih sebelumnya Jerzy Brzeczek dipecat karena kegagalan strategi dan formasi guna mendapatkan yang terbaik dari Lewandowski.

Swedia Andalkan Pertahanan

Swedia memiliki beberapa pemain muda yang bisa tampil menonjol selama Euro 2020. Mereka adalah Alexandar Isak dan Dejan Kulusevski, keduanya 21 tahun, selain gelandang serang Emil Forsberg yang akan menjadi tumpuan menyerang. Sayangnya Kulusevski tengah sakit dan akan absen pada laga perdana melawan Spanyol. Andalan utama Swedia adalah main bertahan, dan dengan sabar menantikan serangan balik, tapi itu adalah cara terbaik mereka untuk meraih poin.

Slovakia Parkir Bus

Menghadapi Jerman dan Spanyol, bisa dipastikan Slovakia akan memainkan taktik utama mereka selama ini: Parkir bus. Slovakia mengandalkan dua gelandang tua Juraj Kucka, 34 tahun, dan Marek Hamsik, 33 tahun, untuk menjadi motor tim.

Pemain Slovakia dengan caps terbanyak dan pencetak gol terbanyak, Hamsik, sudah menjadi legenda di tim nasional. Pada tahun 2019, ia pindah ke Liga Super China setelah menjadi salah satu pemain paling dipuja di Napoli selama 12 tahun di sana. Namun, untuk bisa masuk seleksi skuad Euro, pemain 33 tahun itu kembali ke Eropa pada awal 2021, meneken kontrak dengan Goteborg.

Pemain Bintang Grup E Euro 2020

Siapa lagi kalau bukan Robert Lewandowski. Pemain dengan jumlah penampilan terbanyak bagi timnas Polandia dan top skor mereka. Tapi meski memiliki 53 gol musim 2020/2021, dengan 41 gol di Bundesliga saja, Lewandowski belum pernah menjadi pahlawan bagi tim nasional, dengan penampilannya di Euro 2016 serta Piala Dunia 2018 terlihat sangat mengecewakan. Ia berhutang gol-gol bagi Polandia selama turnamen musim panas 2021 ini.

Selain striker Bayern Munchen tersebut, jangan lupakan Emil Forsberg. Pemain Swedia yang merumput bagi RB Leipzig, sebuah klub lain di Bundesliga.

Sementara pada kubu Spanyol ada Thiago Alcantara, mantan rekan Lewandowski di Allianz Arena. Ia merupakan pemain paling penting pada tim nasional U21 Spanyol yang memenangkan Piala Eropa U21 2011 dan 2013, tapi belum pernah menorehkan jasanya untuk tim senior. Dengan usianya sudah mencapai 30 tahun, Euro 2020 adalah kesempatan terakhir Thiago jika ingin dikenang sebagai pahlawan skuad senior.

Laga Wajib Tonton Grup E

Laga terpenting yang harus ditonton di Grup E ini adalah pertarungan dua tim yang paling difavoritkan lolos, Spanyol versus Polandia pada 20 Juni 2021 dini hari. Jika Lewandowski dan kawan-kawan ingin menguasai puncak grup, mereka harus bisa mengalahkan pasukan Luis Enrique.

Prediksi Akhir Grup E Euro 2020

Urutan empat tim pada akhir penyisihan grup, diprediksi adalah Spanyol, Polandia, Swedia dan Slovakia.

Pemain Muda Kejutan Grup E Euro 2020

Diramalkan akan ada sejumlah pemain muda yang menonjol di Grup E. Satu di antaranya adalah pemain muda Spanyol, Pedri. Ia sudah sering dibandingkan dengan Andres Iniesta untuk kelincahannya memainkan bola dan sudah menjadi bintang di Barcelona sejak transfernya dari tim divisi kedua Spanyol, Las Palmas. Euro 2020 adalah momen yang tepat untuk menjual dirinya.

Pemain muda lain yang diperkirakan akan mengejutkan dunia adalah Kacper Kozlowski. Meski pun ia hanya akan diturunkan dari bangku cadangan oleh Paulo Sousa, perlu diingat bahwa pemain ini sudah menjadi andalan tim utama Pogon Szczecin sejak usianya 15 tahun! Pogon Szczecin adalah klub di divisi teratas Polandia.

Dari kubu Swedia, siapa lagi kalau bukan Dejan Kulusevski. Sebelum masuk skuad utama Swedia, Zlatan Ibrahimovic beberapa kali mengkritik pelatih Janne Andersson karena jarang memainkan Kulusevski. Penyerang berusia 21 tahun ini bisa dimainkan di sayap kanan maupun sebagai second striker.

Juventus membayar Atalanta 600 Milyar rupiah untuk membeli sang pemain pada Januari 2020, dan musim pertamanya di Turin dimulai dengan baik sebelum ia secara bertahap kehilangan performa pada 2021. Swedia akan sangat berharap Kulusevski kembali ke performa terbaiknya, menawarkan gabungan antara kekuatan, kecepatan, keterampilan teknis, dan pengambilan keputusan yang cerdas.

AHABET
AHABET
HKINDO
HKINDO