Presiden La Liga Javier Tebas Klaim Punya Bukti Paris Saint-Germain Sudah Curangi FFP

Raksasa Paris Saint-Germain dituduh menipu Financial Fair Play (FP) setelah mengontrak Lionel Messi saat presiden La Liga Javier Tebas memberikan peringatan keras bahwa dia bisa membuktikan permainan curang klub milik pengusaha Qatar itu.

Presiden La Liga Javier Tebas mengklaim pihaknya memiliki bukti bahwa Paris Saint-Germain telah melanggar peraturan Financial Fair Play, mengatakan bahwa klub Prancis itu dan pihak Ligue 1 bahkan tidak berani menjawab pertanyaan yang dia ajukan untuk masalah tersebut.

Memang PSG saat ini tengah memiliki tim dengan nilai skuad dan bayaran gaji termahal di dunia, dengan Marca pernah melaporkan bahwa mereka memiliki tagihan gaji mencapai Rp 5 Trilyun per tahunnya.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
Totobet
Totobet
978Bet
978Bet

Sementara menurut laporan Sportekz, untuk membayar trio penyerang bintang mereka saja Les Parisiens harus membayar sekitar Rp 1,5 Trilyun, rinciannya adalah Neymar mendapatkan bayaran Rp 582 Milyar per tahun, Lionel Messi Rp 574 Milyar per tahun, dan Kylian Mbappe Rp 361 Milyar per tahun.

Dan dengan protokol FFP untuk memastikan klub tidak lebih besar pasak daripada tiang, Javier Tebas menegaskan bahwa PSG tidak mungkin menghasilkan pendapatan yang diperlukan untuk membayar skuad yang mereka miliki saat ini.

Dia berkata dalam sebuah wawancara dengan l’Equipe, “Saya mengkritik PSG karena mereka tidak menghasilkan uang untuk memiliki skuad yang dimilikinya. Ini menyebabkan distorsi kompetisi dalam ekonomi sepakbola Eropa. Itu tidak sesuai dengan sponsor sebenarnya. Bagaimana PSG bisa menjelaskan kepada kami bahwa mereka memiliki skuad hampir Rp 10 Trilyun? Jika Anda memenangkan Ligue 1, Anda paling cuma dapat hadiah Rp 738 Milyar, jadi itu tidak mungkin bisa membayar mereka!”

“Saya mengundang presiden PSG dan presiden liga Prancis untuk menunjukkan kepada mereka jumlah yang kami miliki dan di mana letak penyimpangannya. Mereka tidak menjawab saya. Mereka cepat mengkritik saya, bukan menjawab saya. Jika Messi dan Neymar tetap di PSG, saya tidak peduli. Intinya adalah semua ini sangat merugikan sepakbola Eropa. Saya bukan satu-satunya yang mengatakannya.”

AHABET
AHABET
HKINDO
HKINDO