Liga Prancis Dibatalkan Seenaknya, Presiden Lyon Luncurkan Gugatan!

Lyon akan menuntut Liga Prancis

Gilabola.com –  Ligue 1 Prancis adalah satu-satunya dari lima liga besar Eropa yang membatalkan musimnya sementara itu Liga Inggris, Serie A Italia dan La Liga Spanyol semuanya dijadwalkan untuk melanjutkan kompetisi, mengikuti jejak Bundesliga Jerman.

“Sepak bola akan datang kembali!” kata Oliver Dowden, Sekretaris Negara untuk Digital, Budaya, Media dan Olahraga Inggris, pada jumpa pers baru-baru ini.

Pada bulan Mei, Bundesliga Jerman dengan pedoman kesehatan yang lengkap, menjadi yang pertama dari liga utama Eropa untuk memulai lagi kompetisi setelah kegiatan olahraga di seluruh dunia ditutup pada pertengahan Maret karena pandemi COVID-19.

Namun, di tengah semua perkembangan positif, kasta teratas Liga Prancis sangat mencolok dengan ketidakhadirannya. Ligue 1 Prancis adalah satu-satunya dari lima liga besar Eropa yang membatalkan musimnya karena krisis virus corona. Presiden klub Olympique Lyonnais Lyon Jean-Michel Aulas, yang telah menjadi salah satu pengkritik otoritas yang paling terang-terangan, telah memutuskan untuk mencari keadilan.

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77

Pada hari Kamis, pria berusia 71 tahun itu secara resmi meminta Dewan Negara, pengadilan administrasi tertinggi Prancis, untuk menolak keputusan Ligue 1 untuk menghentikan musim 2019/2020.

“Tidak masuk akal untuk membatalkan liga sementara liga-liga lain berhak untuk melanjutkannya. Jerman sudah bermain lagi, Spanyol akan mulai kembali pekan depan,” gerutu Aulas pada persidangan.

“Liga-lah yang mengambil keputusan dan dapat mengambil keputusan untuk melanjutkan musim … Saya terkejut bahwa kami di sini berdebat apakah kami bisa bermain atau tidak.”

Aulas mengungkapkan bahwa dia telah melakukan pembicaraan dengan Asosiasi Klub Eropa dan bahwa “prosedur yang diusulkan oleh UEFA adalah yang dapat kita ikuti hari ini: Kembali ke pelatihan sekarang dan mainkan pertandingan dalam 3 atau 4 minggu.”

Pekan lalu, Aulas menulis surat kepada Perdana Menteri Prancis Edouard Philippe menegaskan bahwa tidak ada yang mewajibkan pemerintah Perancis untuk membuat keputusan mereka menghentikan musim dengan begitu cepat, dan bahwa UEFA tidak menekan asosiasi nasional untuk menetapkan batas waktu untuk akhir kompetisi.

Lyon duduk di posisi ketujuh pada klasemen Ligue 1 ketika musim diputuskan berakhir pada 28 April, yang berarti bahwa mereka gagal lolos ke kompetisi Eropa untuk pertama kalinya dalam 23 tahun. Aulas bersikeras bahwa klub akan menuntut negara Prancis sebesar 800 juta euro (12,6 triliun rupiah) dari potensi krisis finansial seandainya pengadilan menolak permohonan mereka.

Hakim mengatakan putusan akan disampaikan pada hari Senin atau Selasa.