PSG Batasi Transfer Pemain Kulit Berwarna

PSG Batasi Transfer Pemain Kulit Berwarna

Sebuah laporan investigasi menuding PSG bertindak rasis, mempertimbangkan warna kulit calon pemain yang akan direkrutnya, seperti dilaporkan oleh surat kabar terkemuka New York Times.

Hanya selang beberapa jam saja setelah laporan itu muncul di surat kabar tersebut, Paris Saint-Germain mengeluarkan pernyataan resmi bahwa selama lima tahun terakhir klub melakukan rekrutmen dengan melihat latar belakang ras calon pemainnya.

Tuduhan diskriminasi itu diuraikan dalam laporan oleh Mediapart, sekelompok wartawan investigasi Eropa, yang memanfaatkan dokumen-dokumen dunia sepak bola yang bocor untuk membuat serangkaian artikel tentang kerja internal beberapa klub raksasa Eropa.

Pada hari Kamis, Mediapart menerbitkan laporan prosedur perekrutan pemain yang diklaim digunakan oleh para pemandu bakat PSG antara tahun 2013 hingga awal 2018 ini. Selain mengevaluasi keterampilan fisik dan teknis pemain, para pencari bakat diminta untuk mencentang kotak yang mencatat setiap ‘ras’ sang pemain, sebuah kebijakan yang biasanya digunakan untuk membatasi pemain kulit hitam.

BACA:  Kylian Mbappe Tak Sudi Jadi Kopian Cristiano Ronaldo dan Messi

PSG Mengaku Tak Tahu

Klub mengklaim mereka tidak tahu apa-apa soal strategi rekrutmen ini. Mereka menyalahkan formulir dan sistem perekrutan yang diskriminatif itu pada mantan karyawan yang menjadi pemimpin tim perekrutan dari luar wilayah Paris.

PSG mengatakan mereka memulai penyelidikan internal terhadap pembuatan profil bulan lalu, segera setelah diberitahu tentang adanya pelacakan etnis para pemain, meskipun mereka mengakui bahwa formulir tersebut telah digunakan selama bertahun-tahun.

“Klub tidak pernah mengetahui adanya sistem kualifikasi etnis di dalam departemen perekrutan,” kata PSG dalam sebuah pernyataan. “Mengingat informasi yang disebutkan di dalamnya, formulir-formulir ini mengkhianati semangat dan nilai-nilai Paris Saint-Germain.”

Klub Ligue 1 saat ini berada di pusat skandal terkait dengan data-data yang diungkap Football Leaks yang diterbitkan oleh Der Spiegel, menuduh klub telah melanggar peraturan Financial Fair Play.

BACA:  Dani Alves Ingin Pensiun di Liga Inggris