PSG Memang Paling Ahli Deh Mengikat Erat-erat Pemain Bintangnya

PSG Memang Paling Ahli Deh Mengikat Erat-erat Pemain Bintangnya

Sejak Qatar Sports Investments mengambil alih, PSG dikenal paling ahli dalam mengikat erat-erat pemain bintangnya agar tidak tergiur pindah ke klub lain di seluruh dunia.

Pemilik PSG asal Qatar itu telah banyak berinvestasi guna mendatangkan sejumlah superstar, termasuk pemain seperti Neymar dan Kylian Mbappe, untuk membantu klub mencapai target mereka.

Namun, PSG bukan hanya tahu cara mendatangkan pemain kelas dunia, mereka juga ahli dalam mengikat erat-erat pemain elit mereka ketika tim top Eropa lainnya datang untuk mengontrak pemain mereka. Berikut adalah delapan kasus berbeda bintang PSG yang menarik minat dari klub lain, tetapi seluruhnya tetap bertahan di Paris lebih lama daripada yang mereka inginkan.

Neymar

Musim panas lalu Presiden PSG Nasser Al-Khelaifi tidak membiarkan Neymar meninggalkan klub, dengan pemain Brasil itu dilaporkan ingin kembali ke Barcelona. Kedua klub lalu mengadakan negosiasi, tetapi PSG menolak semua tawaran.

Angel di Maria

Advertisement
berita bola
jadwal bola
Mimpi 4D
Mimpi 4D

Barcelona menawarkan 25 juta euro (375 Milyar rupiah) untuk merekrut Angel di Maria, tetapi PSG meminta 50 juta euro (749 Milyar rupiah) dan tidak ada kesepakatan yang tercapai meskipun PSG sebenarnya sangat membutuhkan uang itu demi meringankan beban Financial Fair Play.

Edinson Cavani

Diego Simeone bersikukuh bahwa Edinson Cavani adalah seorang striker yang ideal untuk Atletico Madrid dan pemain asal Uruguay itu sangat ingin bergabung dengan Los Rojiblancos. Kontraknya yang akan berakhir pada musim panas, tapi PSG menolak tawaran 15 juta euro (224 Milyar rupiah) pada bulan Januari dan lebih suka kehilangan dia secara gratis nanti, meskipun Cavani sudah bukan bagian dari skuad inti.

Thiago Motta

CEO Atletico Madrid Miguel Angel Gil Marin mencoba merekrut Thiago Motta pada tahun 2015, tetapi PSG tidak mau berpisah dengan gelandang mereka. Motta akhirnya membaharui kontraknya dengan PSG dan pensiun di sana pada tahun 2018.

Marco Verratti

Foto Marco Verratti merokok di kapal pesiar di Ibiza pada tahun 2017 dan sedang menunggu untuk membubuhkan tanda tangannya di atas kontrak dengan Barcelona, ​​telah membuat heboh musim panas tahun itu.

Dia mencoba memaksa klubnya untuk menjualnya ke raksasa Catalan, tetapi PSG menganggapnya sebagai salah satu pemain penting dalam rencana mereka dengan Marquinhos. Verratti kembali ke pelatihan dan beberapa hari kemudian ia menandatangani kontrak baru dengan gaji yang jauh lebih besar.

Adrien Rabiot

Meskipun menjadi salah satu lulusan terbaik akademi PSG, Adrien Rabiot akhirnya menyeret klub ke pengadilan. Sang pemain menolak untuk memperbarui kontraknya dan dia dijadikan pemain cadangan, tidak diizinkan untuk pergi sampai kontraknya berakhir dan pindah ke Juventus.

Hatem Ben Arfa

Meskipun ia tidak pernah memaksakan kepergiannya, ia adalah contoh bagaimana PSG memperlakukan para pemain yang dianggap berperilaku tidak profesional. Hatem Ben Arfa menghabiskan lebih dari setahun tanpa bermain di bawah kepemimpinan Unai Emery dan ia akhirnya pindah ke Rennes pada 2018.

Dia menyeret PSG ke pengadilan guna meminta ganti rugu sebesar 8 juta euro (120 Milyar rupiah), menuduh bahwa dia telah dikucilkan di klub, tetapi dia kalah di pengadilan.

Marquinhos

Real Madrid dan Barcelona telah memantau bek asal Brasil ini, yang telah dianggap sebagai salah satu pemain paling vital di PSG. Dia tidak pernah terbujuk oleh tawaran dua raksasa La Liga dan baru-baru ini memperbarui kontraknya hingga 2024.