PSG Nganggur, Ultras Gelar Aksi Solidaritas Untuk Rumah Sakit

PSG Nganggur, Ultras Gelar Aksi Solidaritas Untuk Rumah Sakit

Gilabola.com – PSG tidak banyak kegiatan setelah Liga Prancis terdampak coronavirus. Ultras mereka tak tinggal diam dan ikut melakukan aksi nyata.

PSG yang telah menghentikan semua kegiatan saat situasi Prancis mencekam tidak membuat suporter garis keras mereka berpangku tangan. Ultras klub yang tidak pernah terdegradasi di Ligue 1 itu menyuarakan dukungan mereka terhadap pihak Rumah Sakit.

Collectif Ultras Paris dilaporkan The RMC Sport dan La Pitie Salpetriere telah membentangkan spanduk dukungan untuk para staf di Rumah Sakit yang berhadapan langsung dengan wabah coronavirus. Dokter, perawat, ambulans dan pihak keamanan negara itu hingga kini terus berjuang menghadapi pasien terdampak yang masih ada di Prancis.

Mereka sebelumnya sempat memberikan dukungan kepada para pemain Paris Saint-Germain dari luar Stadion laga Liga Champions saat melawan Borussia Dortmund skor 2-0. Mereka berupaya keras untuk mengumpulkan massa suporter sebelum laga dan terus menyuarakan dukungan dari luar stadion.

Advertisement
NelayanBet
NelayanBet
Mimpi 4D
Mimpi 4D

Beberapa momen mengharukan terjadi setelah pertandingan di antara para suporter yang kian mempererat kesatuan mereka. Meski baik, namun hal itu tetap membuat pihak kesehatan geram karena konsentrasi massa saat ada wabah sangat berbahaya.

PSG stop kegiatan saat warga Paris masih banyak yang membandel

Melihat tim idola mereka tidak bertanding lagi untuk sementara waktu, para ultras lantas mengalihkan dukungan moril mereka kepada pihak lain, para tim medis. Para ultras mendatangi Rumah Sakit sebagai garis depan perlawanan terhadap penyebaran virus asal negara Tirai Bambu itu untuk menunjukkan solidaritas mereka. Mereka dengan sigap memasang spanduk dukungan untuk profesi medis di atas kisi-kisi RS Paris La Pitie Salpetriere di Paris.

Aksi itu ikut diungkapkan di akun Facebook grup mereka, “Orang-orang yang terlalu sering dilupakan, para pahlawan masyarakat kita. Terima kasih dari kami semua untuk para staf rumah sakit!”

Situasi di Paris sendiri saat ini cukup membingungkan dunia internasional. Bagaimana tidak, meski sudah dapat himbauan untuk diam di rumah, namun warga kota mereka masih banyak yang membandel dan berkeliaran. Mirip dengan situasi awal di Italia sebelum wabah corona menyebar tak terkendali.

Pejabat Kesehatan Pemerintah, Jerome Salomon, mengeluhkan situasi tersebut. Ia kesal melihat betapa keras kepalanya sebagian besar masyarakat yang tidak mematuhi larangan keluar rumah tersebut.

Salomon patut merasa kesal, jumlah korban tewas akibat virus ini melonjak tinggi di akhir pekan kemarin. Angka 127 kematian dengan 5400 orang terinfeksi bisa bertambah drastis lagi melihat banyaknya warga yang membandel tetap keluyuran. Wah, gibolers jangan tiru yaa.. Udah di rumah aja baca gilabola biar level kegaharan kalian naik to the max!