PSG Terancam Perpecahan Gegara Adrien Rabiot

PSG Terancam Perpecahan Gegara Adrien Rabiot

Situasi Adrien Rabiot di PSG menyebabkan ancaman perpecahan di klub raksasa Prancis itu.

Saat ini Presiden PSG, Nasser Al-Khelaifi, dan direktur olahraga Antero Henrique, tetap tegas dengan keputusan mereka untuk membekukan karir Adrien Rabiot di Les Parisiens, kecuali gelandang muda itu mau menandatangani kesepakatan baru.

Sementara, sebagian kalangan di dalam PSG menentang keputusan Al-Khelaifi, karena kurangnya pemain di lini tengah PSG telah memperburuk situasi klub belakangan ini.

Beberapa pemain putuskan keluar dari PSG, dan ini membuat pelatih Thomas Tuchel meminta hirarki untuk batalkan keputusan awal mereka terhadap Adrien Rabiot. Tuchel mendesak agar diberikan ijin untuk mainkan lagi Rabiot – sekarang akhir musim ini, karena pelatih asal Jerman itu kekurangan opsi dan timnya perlu diperkuat.

Tuchel Butuh Adrien Rabiot

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

Dalam hal ini, gelandang Prancis berusia 23 tahun itu menjadi salah satu dari beberapa pemain yang dibutuhkan skuad Tuchel.

“Anda harus pragmatis. Kami harus tinggalkan emosi ke satu sisi, dan semua yang terjadi dalam kasus Rabiot. Ini situasi yang mendesak,” tandas mantan bintang Timnas Prancis, Bixente Lizarazu, menanggapi situasi di PSG kepada Telefoot.

Lizarazu pun meminta agar PSG memanggil kembali Rabiot untuk sisa musim ini. “Dia ada di sana, dia siap untuk tim. Dia ingin bermain dan PSG juga perlu memiliki pemain dengan cepat agar bisa hadapi pertandingan Liga Champions mereka (melawan) Manchester United,” tandas Lizarazu.

Saat ini, cedera yang dialami Marco Verratti menjadi kemunduran terbaru bagi PSG, yang sudah kekurangan gelandang di tengah musim ini.