Pulisic Sakit Flu Saat Bela Timnas Amerika Serikat

Pulisic Sakit Flu Saat Bela Timnas Amerika Serikat

Gilabola.com – Christian Pulisic sakit flu saat bela Timnas Amerika Serikat lawan Kanada di ajang Concacaf Nations League. Hal ini membuat fans cemas.

Laga Timnas Amerika Serikat di Concacaf Nations League melawan Timnas Kanada pada hari Selasa waktu setempat berubah dari buruk menjadi lebih buruk lagi di menit ke-60. Hal itu terjadi ketika bintang USMNT Christian Pulisic digantikan karena sakit flu.

Ia dilaporkan MLS Soccer harus buru-buru digantikan dalam proses pertandingan saat tim menunjukkan rasa frustrasi yang jelas di lapangan BMO. Tiga menit kemudian, Alphonso Davies mencetak dua gol pertama Les Rouges dalam perjalanan ke kemenangan skor 2-0 untuk tim tuan rumah Kanada.

Para penggemar USMNT lantas bertanya-tanya apa yang telah terjadi pada pemain idola mereka. Kepala pelatih Gregg Berhalter menjawab jika alasan untuk menarik Pulisic adalah karena ia terpapar penyakit dengan gejala flu.

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77
SBOTOP
SBOTOP

Ia terlihat harus terus mengangkat kepala ke atas demi melernya tidak belepotan turun dari hidung saat berlari keluar lapangan untuk digantikan. Meski di Indonesia yang namanya flu bukan hal serius, namun di negara tersebut flu bisa menyebabkan masalah kesehatan serius bahkan kematian.

Timnas Amerika Serikat kekurangan talenta hebat

Konsidi ini menjadi kemunduran terbaru di musim gugur yang sulit bagi Pulisic. Ia kesulitan mendapatkan waktu bermain reguler di klub barunya, raksasa Inggris Chelsea. Pulisic dan Timnas AS akan kembali beraksi sebulan lagi, saat mereka menjadi tuan rumah bagi Kanada.

Pulisic sendiri mengakui jika perjuangan di skuad The Blues tidak mudah. Berasal dari Amerika yang minim menghasilkan para pemain sepakbola top membuatnya merasakan tekanan harus bermain bagus.

“Awalnya saya merasa bangga dan hebat, semua orang membicarakan saya karena menghasilkan gol di usia 17 tahun dan bermain untuk Borussia Dortmund juga,” ujar Pulisic. “Dari bangga, saya merasa jika semua itu berubah menjadi beban. Di Amerika kami belum punya banyak pemain berbakat selama bertahun-tahun lamanya.”