HomeInternasionalRahasia Sukses Bournemouth di Kompetisi Eropa Usai...

Rahasia Sukses Bournemouth di Kompetisi Eropa Usai Menang Tujuh Kali Beruntun

Kemenangan kembali diamankan Bournemouth dan kali ini korbannya adalah Sparta Prague di ajang Liga Europa.

Tyler Adams, dengan tegas menyebut bahwa Bournemouth kini benar-benar sudah membuka lembaran baru. Ucapan itu ia lontarkan usai skuad asuhannya sukses membungkam tuan rumah dengan skor 3-1 di ajang Liga Europa pada Kamis malam waktu setempat.

Bukan laga yang mudah. Pasalnya, Bournemouth sempat tertinggal lebih dulu lewat aksi individu pemain Sparta Prague, Ebrima Singhateh.

Tapi, situasi langsung berubah drastis di babak kedua.

Menit ke-57. Gol penyeimbang lahir dari kaki Tyler Adams. Bola liar di dalam kotak penalti langsung ia sambar dengan tembakan keras first time yang bersarang di sudut bawah gawang lawan.

Usai gol itu, gelombang serangan The Cherries tak terbendung.

Rayan dan Evanilson melengkapi pesta gol untuk memastikan tiga poin penuh dibawa pulang ke Inggris. Kemenangan ini sekaligus memperpanjang rekor luar biasa Bournemouth yang kini sudah menyapu bersih tujuh pertandingan terakhir di semua kompetisi tanpa pernah tersentuh kekalahan.

Perlu pula Anda tahu bahwa catatan impresif ini membuat Bournemouth memimpin klasemen Liga Europa dengan rekor sempurna empat kemenangan dari empat laga. Posisi mereka kini sangat aman untuk melangkah langsung ke babak 16 besar.

Adams sama sekali tak mau timnya besar kepala.

Jadikan Gilabola.com sumber berita pilihan Anda!

“Kita tidak boleh terlalu cepat merasa nyaman,” tegas Adams kepada TNT.

Ia mengingatkan rekan-rekan setimnya untuk menjaga standar kemenangan yang sudah terbangun. Mentalitas pemenang ini, menurutnya, menjadi sangat krusial mengingat jadwal padat yang menuntut mereka bertanding setiap tiga hari sekali.

Kenangan pahit masih membekas.

“Rasanya belum begitu lama sejak kami takluk 1-1 dari Chelsea dan itu masih terasa menyakitkan. Kami tidak mau merasakan hal itu lagi,” sambung gelandang jangkar tersebut.

Bayangkan, kekalahan telak dari Chelsea itu rupanya menjadi titik balik kebangkitan skuad asuhan sang manajer.

“Saya rasa kami sudah membalik lembaran baru dan menjadi tim yang jauh lebih matang sejak saat itu. Cara kami bertahan, cara kami menjaga mentalitas agar lawan tidak punya celah bernapas, semuanya berubah.”

Kerja keras di tempat latihan terbukti tidak pernah membohongi hasil.

“Semua orang bekerja keras setiap hari di tempat latihan. Pemain yang tidak turun bertanding bekerja keras, pemain yang main juga bekerja keras. Persaingan ketat ini justru melahirkan kesuksesan. Saya sangat puas dengan performa tim.”

Pujian khusus langsung dialamatkan kepada penyerang andalan mereka, Evanilson. Pemain berusia 27 tahun itu tampil sebagai pembeda lewat gol berkelas pada menit ke-81 di ibukota Republik Ceko. Menerima umpan matang dari Ryan Christie, Evanilson mengecoh lini belakang lawan sebelum melepaskan tembakan mendatar ke tiang jauh.

“Evanilson sedang on fire saat ini,” seru Adams.

“Anda bisa melihat sendiri bagaimana ia berlatih keras setiap hari. Ia selalu menambah porsi latihan finishing sendirian usai sesi latihan reguler usai. Jadi, saat ia mencetak gol luar biasa seperti itu di pertandingan resmi, sama sekali bukan sebuah kejutan.”

“Kualitasnya luar biasa. Setiap kali ia berada di sekitar kotak penalti, kami langsung yakin bola pasti akan bersarang di jala gawang lawan.”

Jalannya pertandingan sendiri sebenarnya diwarnai drama sejak paruh pertama.

Bournemouth sempat mendapat hadiah penalti akibat handsball pemain lawan. Sial bagi The Cherries, eksekusi penalti yang diambil oleh Lewis Cook justru hanya membentur tiang gawang.

Petaka sempat mendatangi kubu tuan rumah ketika Tobias Guddal diganjar kartu kuning kedua hanya dalam kurun waktu dua menit usai Sparta Prague unggul. Unggul jumlah pemain langsung dimanfaatkan dengan sempurna oleh tim tamu.

Selepas gol penyeimbang dari Tyler Adams, dominasi mutlak menjadi milik wakil Liga Inggris tersebut. Adrien Truffert merebut bola di area krusial, sebelum bola dialirkan ke Ryan Christie yang mengirim umpan matang kepada Evanilson.

Menjelang detik-detik akhir pertandingan, tepatnya pada menit-menit penutup, Rayan memastikan kemenangan timnya semakin telak lewat tendangan keras jarak jauh yang tak mampu dibendung kiper lawan. Skor 3-1 menutup jalannya laga malam itu.

Hadi Bashori
Hadi Bashorihttps://gilabola.com/author/hadi-bashori/
Hadi Bashori adalah seorang jurnalis olahraga yang sudah berpengalaman lebih dari 18 tahun di dunia sepak bola, berpengalaman menulis di berbagai media nasional dan regional sebelum akhirnya menjadi jurnalis tetap di Gilabola.com. Memiliki minat yang besar dalam dunia olahraga, dan selalu bersemangat dalam menulis informasi aktual dan menarik. Dengan keahliannya dalam mengajar dan jurnalis, Hadi Bashori merupakan sosok yang inspiratif melalui buku-buku karyanya.

TERKINI