Ranieri : Leicester Kalah Karena Tak Punya Keinginan dan Hati

Gilabola.com – Manajer Leicester City Claudio Ranieri mengaku kecewa dengan kekalahan timnya di Piala FA. Dia menilai timnya tidak punya hati dan keinginan untuk menang.

Dalam pertandingan putaran kelima Piala FA di kandang Milwall, Sabtu (18/2), Leicester menyerah dengan skor 0-1. Hasil itu membuat The Foxes gagal lolos ke babak perempat final.

Ironinya, juara Liga Premier ini dikalahkan oleh tim dari Liga One yang hanya bermain 10 orang. Milwall kehilangan Jake Cooper yang diusir dari lapangan pada menit ke 52 setelah mendapatkan kartu kuning kedua.

Kehilangan satu pemain tak menyurutkan semangat tuan rumah. Mereka justru semakin termotivasi untuk berjuang meraih kemenangan. Alhasil mereka pun berhasil mencetak gol di masa injury time (90+1) lewat gol Shaun Cummings.

Advertisement
berita bola
jadwal bola
Mimpi 4D
Mimpi 4D

Dalam wawancara kepada media seusai pertandingan, manajer Leicester City Claudio Ranieri mengaku sangat kecewa dengan kekalahan timnya. Dia mengatakan timnya hanya bermain bagus di babak pertama. Tapi, di babak kedua, saat lawan kehilangan satu pemain, Leicester justru terkesan bermain tanpa keinginan dan hati.

“Saya sangat kecewa. Kami bermain baik di babak pertama, begitu juga di awal babak kedua sampai akhirnya tim tuan rumah bermain 10 orang. Setelah itu, Milwall bermain lebih baik dari kami, mereka lebih punya keinginan dan hati, sehingga mereka pantas menang,” kata Ranieri kepada BBCSport.

“Ketika memiliki kesempatan untuk lolos ke babak berikut, kami harus menang, kami harus menunjukkan keinginan. Karena itu saya memberi kesempatan besar untuk pemain saya.”

“Di babak pertama, saya melihat kami bermain bagus. Saya sangat senang setelah babak pertama selesai. Saya bilang kepada pada pemain untuk terus mencoba mencetak gol, atau paling tidak menjaga clean sheet agar bisa bermain ulang di kandang. Saya yakin jika ada laga ulangan di kandang sendiri, kami lebih punya peluang. Tapi hal itu tidak terjadi, kami kalah di menit-menit akhir.”

“Kami harus mengambil hikmah dari kekalahan ini. Ketika tim dari League One mengalahkan juara Liga Premier, kita harus bertanya kenapa? dan harus bereaksi secepatnya. Kami lebih baik dari Millwall, tetapi Millwall pantas menang,” ungkap pelatih asal Italia ini.

Leicester City memang tengah dihadapi jadwal laga yang cukup berat. Karena pada Rabu (22/2) mendatang, mereka akan mengarungi laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions melawan tim kuat asal Spanyol, Sevilla.