Real Madrid Tersingkir di Copa del Rey, Kalah 3-4 di Tangan Sociedad

Real Madrid Tersingkir di Copa del Rey, Kalah 3-4 di Tangan Sociedad

Real Madrid tersingkir di Copa del Rey 2020 setelah kalah 3-4 di tangan Real Sociedad pada laga perempat final hari Jumat (7/2) dinihari di Santiago Bernabeu.

Salah satu pemain yang tangannya berlumuran darah dalam membuat Real Madrid tersingkir adalah pemain muda 21 tahun yang dipinjamkan Los Blancos ke La Real, Martin Odegaard. Ia bahkan mencetak gol pertama Real Sociedad pada menit 22, sebelum top skor turnamen ini Alexander Isak Matheus asal Swedia melesakkan dua gol guna membawa skor menjadi 0-3 pada awal babak kedua.

Bek Brasil Marcelo menipiskan skor 1-3 hanya selang beberapa menit setelah gol kedua Isak, namun La Real kembali berhasil menjauh berkat gol Mikel Merino pada menit 69. Rodrygo mengembuskan nafas harapan dengan gol kedua Los Blancos pada menit 82, dan Nacho membuat para pendukung berdebar dengan gol pada menit ketiga injury time. Tapi tidak ada gol lagi setelah itu. Dengan hasil ini maka Real Madrid kembali tersingkir di ajang Copa del Rey setelah musim lalu kalah agregat 4-1 di tangan Barcelona pada babak semi final.

Pertandingan itu sendiri berjalan kurang berimbang dengan tuan rumah mendominasi bola mendekati 70 persen, tapi tim tamu secara cerdik memanfaatkan ruang-ruang kosong di lini belakang pasukan Zidane, dan juga gerak lambat lawan. Sesungguhnya skor bisa lebih besar lagi, minimal 4-5 setelah satu gol Alexander Isak dibatalkan wasit pada menit 49 sebelum ia membalas dendam dengan dua gol beruntun pada awal paruh kedua pertandingan di Santiago Bernabeu ini. Demikian juga satu gol Vinicius Junior dianulir sang pengadil lapangan pada menit 79, sebelum gol dari Rodrygo tadi.

Real Madrid Harusnya Dominasi Copa del Rey

Advertisement
berita bola
jadwal bola
Mimpi 4D
Mimpi 4D

Copa del Rey adalah turnamen yang diciptakan oleh Raja Spanyol dan merupakan kompetisi tertua di negeri itu. Dimainkan pertama kali tahun 1902 dengan nama Copa de la Coronacion di bawah arahan Carlos Padros, yang kemudian menjadi presiden Real Madrid. Jadi seharusnya Los Blancos selaku anak emas mendominasi turnamen tersebut, namun malah Barcelona yang kemudian menjadi tim paling sukses di ajang kompetisi ini.

Barca 30 kali menjadi juara Copa del Rey, mencatatkan diri sebagai tim paling sukses meski pun memiliki status sebagai tim asal Catalonia, provinsi pemberontak yang lebih suka memerdekakan diri dari Spanyol. Tim kedua tersukses adalah Athletic Bilbao, menang 23 kali, dan barulah setelah itu Los Blancos menduduki urutan berikutnya dengan 19 kali juara. Sang juara bertahan musim lalu, Valencia, sudah tersingkir di tangan Granada dengan skor 2-1 pada babak perempat final selang tiga hari silam.

Waktu drawing babak perempat final Copa del Rey ini diumumkan selang dua pekan silam, kami sempat menulis berita dengan judul “Mimpi Apa Sociedad Ketemu Real Madrid”, tapi sekarang terbukti anak-anak Zinedine Zidane yang menelan mimpi buruk dikalahlan La Real, dengan pemain pinjaman Martin Odegaard berkontribusi pada kekalahan majikan utamanya.

Dengan Real Madrid tersingkir lebih awal maka sudah lima tahun mereka gagal berpartisipasi di final turnamen ini. Terakhir kali mereka masuk final Copa del Rey dan menjadi juara adalah pada tahun 2014. Setelah itu Barcelona mendominasi selama empat musim berurutan dan ditutup oleh Valencia musim lalu.