Resep Belanda Taklukkan Ronaldo: Tekel Keras dan Tiga Lawan Satu

Resep Belanda Taklukkan Ronaldo: Tekel Keras dan Tiga Lawan Satu

Resep Belanda taklukkan Ronaldo pada partai final UEFA Nations League besok ada dua: tekel keras dan tiga lawan satu.

Portugal akan menghadapi Belanda pada partai final UEFA Nations League 2019 dengan Selecao dijagokan meraih trofi keduanya di ajang Eropa setelah Euro 2016. Namun sejumlah nasihat sudah diterima timnas Belanda agar mereka mampu menaklukkan Cristiano Ronaldo.

Salah satu resep timnas Belanda taklukkan Ronaldo datang dari mantan pemain Chelsea dan Arsenal, Ashley Cole. Ia selama bertahun-tahun terbiasa menghadapi bintang Portugal itu baik di ajang internasional maupun di kompetisi Premier League.

Mantan striker Real Madrid itu beberapa kali pernah ditanya soal pemain oposisi terberatnya, Ronaldo selalu menjawab: Ashley Cole. Keduanya berkali-kali bertarung selama periode enam tahun Ronaldo di Manchester United, saat mana Cole bermain untuk Arsenal dan Chelsea.

Resep Pertama Timnas Belanda: Tekel Keras Ronaldo

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77

Cole mengakui dalam salah satu pertandingan liga tahun 2004 bahwa setiap kali Ronaldo mendapat bola dan dibiarkan terlalu lama maka ia akan sangat berbahaya. “Saya gagal [mencegatnya] beberapa kali. Namun, setelah itu, saya memberinya sebuah tekel keras dan dia tak terdengar lagi setelah itu.”

Sebaliknya Ronaldo mengatakan, seperti dikutip oleh The Daily Mail: “Selama bertahun-tahun saya melakoni beberapa pertarungan hebat lawan Ashley Cole. Dia tidak memberi Anda kesempatan untuk bernafas. Dia adalah pemain yang ulet ketika berada di puncak performanya. Dia cepat, tangguh dalam melakukan tekel. Anda tahu [begitu dia ada maka] itu bukan pertandingan yang mudah.”

Resep Belanda Taklukkan Ronaldo: Tekel Keras dan Tiga Lawan Satu

Resep Kedua Timnas Belanda: Kurung Tiga Lawan Satu

Resep kedua Belanda taklukkan Ronaldo datang dari Birkir Mar Saevarsson, pelatih Islandia yang mencatatkan hasil draw mengesankan lawan Portugal di awal kompetisi Euro 2016. Ia mengatakan. “Kami jarang menerapkan strategi yang berpusat pada satu individu. Tapi ada pengecualian menyangkut Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.”

“Dalam situasi satu-lawan-satu, itu bisa sangat menakutkan [berhadapan dengan Ronaldo]. Tapi jangan terpesona dengan aura bintangnya. Semua pemain Islandia berpikir hal yang sama. Kalau dia sampai melewati saya, itu kemungkinan besar terjadi di sisi luar dekat bendera sepak pojok.”

“Kami berusaha membatasi skenario itu. Begitu dia menerima bola, pemain sayap dan gelandang tengah akan mendekatinya untuk menciptakan situasi tiga lawan satu. Pemain top benci bermain melawan kami. Dia mencetak satu gol dalam tiga pertandingan melawan Islandia dan itu datang dari tendangan bebas [yang tidak bisa kami cegah].”

“Di Euro 2016, kami bisa mencium rasa frustrasinya dan dia tidak mencetak gol. Dia tidak bisa menemukan iramanya. Dia mendapat sangat sedikit peluang. Anda melihat bahasa tubuhnya dan kontribusinya semakin sedikit dan sedikit saja. Saya pikir dia mengatakan sesuatu [makian] kepada beberapa pemain kami.”

Namun meski timnas Belanda tahu cara taklukkan Ronaldo, sang striker Juventus juga tahu resep klasik dalam membobol gawang lawan, melalui bola-bola mati tendangan bebas. Seperti kata pelatih Islandia di atas, satu-satunya gol Ronaldo ke gawang mereka datang dari tendangan bebas.