Roma Menang Dengan Line Up Berantakan, Paulo Fonseca Malah Senang!

Gila Bola – Manajer Paulo Fonseca menghargai skuad AS Roma yang melewati kesulitan dan beberapa pemain keluar dari posisinya untuk mengamankan tiket lolos ke babak 32 besar Liga Europa, Jumat (27/11) dini hari WIB.

Tim ibukota Italia, AS Roma meraih kemenangan tandang 2-0 atas CFR Cluj dengan Jordan Veretout memaksa Gabriel Debeljuh mencetak gol bunuh diri sebelum akhirnya mencatatkan namanya di papan skor dengan mengkonversi penalti menit ke-67 untuk membawa Giallorossi membawa tiga poin penuh dari Rumania.

Dalam laga ini, beberapa pemain dimainkan di luar posisinya seperti dua dari tiga bek tengah yang diisi oleh Bryan Cristante (gelandang) dan Lorenzo Spinazzola (bek sayap), sementara pemain 18 tahun Riccardo Calafiori dimainkan di posisi bek kiri untuk mendorong Lorenzo Pellegrini tampil lebih menyerang.

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77
K9Win
K9Win

Kini manajer Paulo Fonseca mengaku bahwa dirinya senang dengan performa yang ditunjukkan anak-anak asuhnya, yang unggul jauh dalam penguasaan bola mencapai 67 persen, kendati beberapa di antara pemainnya bermain di luar posisi natural mereka.

“Kami ingin finish di tempat pertama dalam grup dan itu berarti kami masih perlu memenangkan satu pertandingan lagi. Meski banyak tantangan, para pemain menunjukkan karakter hebat hari ini, beberapa pemain harus bermain di luar posisi dan mengorbankan diri mereka untuk tim, sesuatu yang saya hargai,” kata pelatih itu kepada Sky Sport Italia. “Saya menyukai cara setiap orang bermain, terutama dalam keadaan, dan dalam peran yang bukan milik mereka.”

Giallorossi berada di puncak Grup A dengan 10 poin, diikuti oleh Young Boys dengan tujuh poin, Cluj empat poin dan CSKA Sofia satu poin. Sementara selanjutnya Roma akan bermain di Stadio San Paolo pada akhir pekan di Serie A, meskipun pada saat itu mungkin sudah berganti nama menjadi Stadio Diego Armando Maradona.

“Ini adalah penghargaan yang sempurna untuk Maradona dan akan menjadi arena yang lebih legendaris,” kata Paulo Fonseca jelang pertemuan timnya berikutnya kontra Napoli. “Sangat menyedihkan bagi siapa saja yang mencintai sepak bola, terutama seseorang seperti saya yang tumbuh besar dengan menonton Maradona. Dia adalah idola bagi kita semua yang menyukai olahraga ini.”