Romelu Lukaku Diperlakukan Tak Adil, Pelatih Belgia Tak Bisa Paham

Romelu Lukaku Diperlakukan Tak Adil, Pelatih Belgia Tak Bisa Paham

 Striker Manchester United, Romelu Lukaku, diperlakukan tidak adil. Namun manajer Timnas Belgia, Roberto Martinez, mengaku tidak mengerti apa sebabnya.

Roberto Martinez datangkan Romelu Lukaku untuk Everton dan pemain depan itu menjadi pencetak gol terbanyak klub dalam tiga musim di bawah asuhan pelatih asal Spanyol tersebut.

Pelatih peraih Piala FA itu sekarang mengawasi bakat Romelu Lukaku di panggung internasional, setelah membawa Belgia ke posisi ketiga di Piala Dunia 2018. Saat itu, Lukaku berhasil mencetak empat gol.

Tapi sejak kepindahan Romelu Lukaku ke Old Trafford 18 bulan lalu dengan biaya sebesar 75 juta pound (1,37 triliun rupiah), pemain berusia 25 tahun itu telah menarik perhatian yang lebih besar, khususnya musim ini.

Advertisement
advertisement
advertisement
DepoToto
DepoToto

Dia hanya membukukan enam gol dalam 22 penampilan musim ini, setelah berjuang untuk bermain di level terbaiknya di bawah besutan Jose Mourinho.

Mourinho dipecat pekan lalu dan digantikan legenda klub, Ole Gunnar Solskjaer, yang membawa United menang 5-1 dalam pertandingan pertamanya. Tapi, Lukaku tidak bermain pada laga tersebut lantaran cuti karena alasan pribadi.

Meski begitu, ancaman Lukaku masih jelas dan dia menawarkan rekor mencetak gol yang kuat di Liga Inggris dengan mencetak 107 gol dalam 236 pertandingan. Sementara dia mencetak 14 gol dalam 14 pertandingan untuk Timnas Belgia pada 2018.

Martinez menegaskan, dia tidak bisa menerima tingkat kritik yang tujukan kepada pemain depan berusia 25 tahun itu. “Ada cara negatif untuk menilai penampilan Romelu untuk Manchester United,” kata Martinez kepada The Times.

“Ketika Rom mencetak gol, semua orang berharap dia mencetak gol lagi, dan ketika dia tidak, dia hampir secara langsung menjadi alasan United belum menang. Tapi Rom siap untuk tantangan itu. Dia tidak akan pernah menyembunyikan diri. Dia mengerti apa yang diharapkan darinya,” ungkapnya.

“Untuk Timnas Belgia, dia telah menunjukkan dirinya jadi salah satu pemain nomor sembilan terbaik di dunia. Saya tidak mengerti, mengapa dia diperlakukan dengan cara yang tidak pantas dia dapatkan,” tegas pelatih asal Spanyol berusia 45 tahun itu.