Romelu Lukaku Tak Suka Dianggap Hanya Tukang ‘Tap In’ Seperti Cristiano Ronaldo

Tap in adalah gol yang tinggal cocor di depan gawang yang umumnya gol mudah yang kerap dilakukan oleh pemain yang bertipe sebagai ‘target man’ di ujung tombak serangan, dan Romelu Lukaku ternyata tidak suka dia dicap sebagai pemain yang bisanya cuma ceploskan bola ke gawang.

Romelu Lukaku ternyata tidak suka dengan reputasi dirinya sebagai pemburu gol depan gawang, saat dirinya mengaku bisa melakukan segalanya dalam permainan sepak bola yang membantunya kini menjadi salah satu striker nomor 9 terbaik di dunia.

Penyerang berusia 28 tahun itu punya produktivitas gol yang luar biasa, bahkan itu yang membuatnya kini menjadi top skor sepanjang masa negaranya Belgia dengan lesakan 67 gol dalam 100 penampilan, plus 15 assist.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
Totobet
Totobet
978Bet
978Bet

Dia juga sangat luar biasa di level klub, termasuk mencetak 64 gol dan 16 assist dalam 95 penampilan selama dua musim waktunya di Inter Milan, yang kemudian membawanya kembali ke Chelsea dalam mahar transfer hampir Rp 2 Trilyun.

Terlepas dari rekor golnya yang hebat, Romelu Lukaku ternyata enggan dengan julukan pemburu gol yang melekat di dalam dirinya, menegaskan bahwa dia lebih dari sekedar striker yang bisanya cuma menunggu kiriman bola, mengatakan bahwa dia pemain lengkap yang bisa melakukan banyak hal dalam permainan sepak bola tim.

Dia mengatakan kepada situs resmi UEFA ketika ditanya tentang kekuatan terbesarnya, “Cara saya membangun serangan. Karena fisik saya yang cukup besar, semua orang berpikir saya hanya semacam target man, yang hanya bisa menahan bola dan menjadi pemburu gol. Tapi saya tidak pernah bermain seperti itu dan saya membencinya.”

“Kekuatan terbesar saya adalah saya berbahaya ketika menghadap ke gawang, karena saat itulah saya jarang membuat pilihan yang salah. Setelah saya mengoper bola, saya tahu di mana saya harus memposisikan diri di dalam kotak penalti. Saya bisa melakukan segalanya dan di beberapa pertandingan ketika saya tahu ada banyak ruang di pertahanan lawan, saya bermain secara berbeda. Alasan saya sangat produktif adalah karena saya bisa melakukan banyak hal.”

AHABET
AHABET
HKINDO
HKINDO