Seleksi Luis Enrique Dipertanyakan, Abaikan Veteran Celta Vigo di Euro 2020

Gilabola.com – Luis Enrique seharusnya masukkan veteran Celta Vigo, Iago Aspas, ke skuad Timnas Spanyol yang akan berlaga di Euro 2020 musim panas ini.

Saat pelatih 51 itu mengumumkan skuad La Roja yang akan bertarung di gelaran Euro 2020, Aspas diperkirakan akan menjadi salah satu dari 26 pemain yang akan diandalkannya di turnamen itu.

Penyerang Celta Vigo itu telah lakoni musim lalu dengan gemilang, di mana ia tampil luar biasa untuk klubnya tersebut. Namun, Enrique telah membuat pecinta La Roja terkejut, karena ia justru tak memasukkan nama pemain 33 tahun tersebut.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
Totobet
Totobet
978Bet
978Bet

Bukan cuma itu hal mengejutkan yang ditunjukkan Luis Enrique dalam pemilihan skuadnya di Euro 2020 ini. Mantan pelatih Barcelona itu juga mencoret Sergio Ramos, bahkan tak memilih satupun pemain Real Madrid.

Keputusan mengejutkan atas Ramos dan rekan-rekannya itu membuat tak dipanggilnya Aspas menjadi luput dari perhatian. Lalu setelah pertandingan persahabatan melawan Portugal, keputusan Enrique untuk tak memasukkan Aspas pun semakin membingungkan.

Paling Konsisten dalam Enam Musim Terakhir

Iago Aspas boleh dibilang telah menjadi penyerang Spanyol paling konsisten selama enam musim terakhir. Ia sudah mencetak 103 gol sejak tahun 2015 – gol terbanyak yang dicetak seorang penyerang asli Spanyol di La Liga. Statistik yang dibukukan Aspas memperlihatkan, ia sukses mencetak 12 gol atau lebih di ajang liga di masing-masing dari enam musim terakhir.

Pemain yang harusnya dilibatkan Luis Enrique di Euro 2020 ini juga telah memenangkan Trofi Zamora – penghargaan yang dipersembahkan untuk pencetak gol terbanyak La Liga, selama tiga tahun berturut-turut sejak tahun 2015. Ia bahkan berada di urutan kedua setelah Gerard Moreno di dua musim terakhir.

Yang membuat statistik Aspas jauh lebih menarik adalah, catatan luar biasa penyerang yang lahir di Moana di wilayah Galicia itu tak banyak membantunya dalam mendongkrak karirnya di sepak bola menjadi luar biasa.

Padahal, seperti diungkapkan Last Word on Sports, catatan Aspas bukan melulu soal gol. Dia juga efektif dalam menyodorkan assist kepada rekan-rekan satu timnya. Sejak tahun 2015 itu pula, striker itu sudah menciptakan 42 assist di La Liga. Pada musim 2020/21, ia mencetak sodoran assist terbanyak dalam karirnya, yakni 13 assist, yang dibukukannya di ajang liga dan menjadi yang tertinggi di musim itu.

Musim 2020/21 itu juga menjadi musim terbaik baginya. Pasalnya, Aspas menjadi satu-satunya penyerang asli Spanyol di La Liga yang berhasil bukukan dua digit gol dan assist. Keterlibatannya dalam terciptanya 27 gol di liga bahkan disebut-sebut menjadi karir terbaik bagi pemain asal Spanyol itu. Luis Enrique seharusnya sadar dengan catatan ini.

Karir Internasional yang Dipertanyakan

Iago Aspas barangkali kerap menyaksikan dirinya diabaikan para pejabat di Timnas Spanyol. Saat ia jalani karir mengesankan di musim 2012/13, Aspas nyaris ditarik pelatih Vincente del Bosque masuk ke skuad La Roja, tapi striker itu gagal dalam seleksi terakhir.

Aspas akhirnya dipanggil ke Timnas Spanyol pada tahun 2016, setelah Diego Costa alami cedera dan situasi tersebut memaksa pelatih Julen Lopetegui untuk memanggilnya. Tentu saja, Aspas berbinar-binar saat ia memulai debutnya di Timnas Spanyol, saat ia masuk menggantikan Juan Mata dan mencetak gol pembuka ke gawang Inggris dalam laga imbang 2-2 di Wembley. Aspas kemudian menjadi pemain reguler di bawah asuhan Lopetegui, dan masuk memperkuat tim Spanyol di Piala Dunia 2018.

Sayangnya, karir internasional Iago Aspas kemudian mendapat pukulan besar setelah ia gagal mengeksekusi penalti, dan itu harusnya menjadi gol yang menentukan, di laga perempat-final melawan Rusia di Piala Dunia 2018.

Manajer baru Timnas Spanyol, Luis Enrique, akhirnya tak mendukung Aspas, meskipun ia sempat memanggilnya setelah Costa kembali cedera. Aspas berhasil tunjukkan penampilan menawan, yang telah membuat Enrique terkejut dan mengaku bersalah karena tak memanggil Aspas sejak awal.

Walau tampil gemilang di Piala Dunia 2018, Aspas hanya bermain dalam dua pertandingan internasional setelah itu, di mana pertandingan terakhir yang dilakoninya adalah laga melawan Timnas Kepulauan Faroe pada tahun 2019.

Sejak cap terakhirnya, Aspas mencetak 28 gol di ajang liga, menjadi pemain kedua setelah Gerard Moreno dalam perolehan gol di kompetisi domestik di antara lima liga papan atas Eropa.  Meski demikian, Luis Enrique tetap menolak memanggilnya lagi, meskipun ia dikritik fans Spanyol terkait keputusannya tersebut.

Iago Aspas dan Penyerang Spanyol Lainnya

Luis Enrique telah memanggil empat pemain; Gerrard Moreno, Alvaro Morata, Mikel Oyarzabal dan Pedri, yang akan diandalkan di lini serang skuadnya di ajang Euro 2020 musim panas ini. Dia juga memanggil Dani Olmo, Ferran Torres, Adama Traore dan Pablo Sarabia untuk mengisi posisi winger.

Enrique andalkan Moreno dan Morata sebagai penyerang tengah di turnamen ini. Memang tak ada yang meragukan penyerang andalan Villarreal, Moreno,  yang juga menjadi penyerang asal Spanyol terbaik musim ini. Namun Morata, penampilan pemain yang satu ini agak meragukan.

Morata tak lakoni momen terbaiknya musim lalu. Ya, dia memang kantongi 20 gol dan 11 assist, tapi tak kerap terlihat tak meyakinkan di depan gawang lawan. Morata bahkan lebih sering kehilangan peluang dari pada mencetak gol untuk Juventus musim lalu. Keraguan mengenai permainan penyerang inipun makin meningkat setelah penampilannya di laga melawan Portugal, di mana ia kehilangan banyak peluang emas.

Iago Aspas pun diyakini jauh lebih efisien dibandingkan mantan pemain Real Madrid itu. Aspas dinilai tak pernah menyia-nyiakan peluang dan berada di urutan kedua setelah Lionel Messi dalam hal menciptakan peluang gol di La Liga.

Aspas bahkan mengoleksi lebih banyak gol di ajang liga dibandingkan Morata, bahkan selama lima musim terakhir. Jika Morata dibatasi untuk hanya bermain sebagai striker, fleksibilitas Aspas memungkinkan ia turun sebagai striker, sayap kanan dan juga gelandang serang.

AHABET
AHABET
HKINDO
HKINDO