Son Heung-min Menangis Tersedu-sedu Kalah Final EFL Cup, Usia Keemasan Hampir Usai, Masih Nihil Trofi Klub

Gila Bola – Begitu peluit panjang ditiup, pemain Korea Selatan Son Heung-min berjongkok dan menangis tersedu-sedu meratapi kekalahan final EFL Cup di tangan Manchester City, Minggu malam 25 April 2021. Itu mungkin adalah final klub terakhirnya dengan usia keemasannya hampir usai.

Jarang-jarang Tottenham Hotspur lolos ke final. Mereka dihentikan di final Liga Champions 2019 oleh Liverpool. Kali ini mereka dihentikan oleh Manchester City pada turnamen yang kurang prestisius, hanya EFL Cup. Tapi dengan usianya sudah akan mencapai 29 tahun pada 8 Juli mendatang, tidak banyak waktu tersisa bagi Son Heung-min.

Trofi yang ada di lemari piala Son hanya satu, kemenangan tim nasional Korea Selatan di Asian Games 2018. Di level klub nihil. Dua kali menjadi juara kedua bersama Tottenham Hotspur untuk Champions League 2019 dan Carabao Cup 2021. Juga dua kali urutan kedua bersama tim nasional saat AFC U16 tahun 2008 dan runner-up AFC Asian Cup 2015.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
TOTOBET
TOTOBET

Sonny – julukan karibnya di Spurs – pernah beberapa kali memenangkan penghargaan pribadi seperti Puskas Award untuk gol terbaiknya 2020, saat ia berlari hampir sepanjang lapangan, mengalahkan enam atau tujuh pemain Burnley untuk mencetak gol ke gawang lawan.

Tapi sama seperti semua pemain yang memenangkan penghargaan individual, jika ditanya apakah ia akan bersedia mengorbankan semua hadiah pribadinya demi trofi klub, Sonny pasti akan menjawab “Ya” dengan sepenuh hatinya.

Pertandingan final EFL Cup pada Minggu malam di Stadion Wembley berlangsung kurang berimbang dengan Son Heung-min kesulitan memberi sumbangan berarti bagi Tottenham sepanjang laga. Manchester City sangat dominan dengan 62 persen penguasaan bola, 21 percobaan serangan, empat tembakan tepat sasaran dan satu gol melalui sundulan kepala Aymeric Laporte.

Bandingkanlah itu dengan anak-anak Ryan Mason yang mencatatkan hanya 38 persen dominasi atas bola, dua kali saja percobaan gol dan satu tembakan on target. Ini merupakan final EFL Cup ke-9 bagi Spurs. Sebanyak empat kali The Lilywhites berhasil menjadi juaranya (1971, 1973, 1999, 2008) dan lima kali gagal di final (1982, 2002, 2009, 2015, 2021), termasuk tadi malam.

Satu-satunya peluang meraih trofi adalah dengan melakukan transfer keluar dari Spurs, tapi David Levy selaku pemimpin klub dikenal sebagai negosiator tangguh yang membuat klub penawar mundur teratur. Sulit untuk melihat Sonny meraih trofi bersama Tottenham sampai karir sepak bolanya usai, tiga atau empat tahun lagi.