Tak Ada Treble Real Madrid Musim Ini, Sisa La Liga dan Liga Champions

Tak Ada Treble Real Madrid Musim Ini, Sisa La Liga dan Liga Champions

Sudah tak mungkin ada treble atau tiga gelar bagi Real Madrid musim ini dengan tersisa La Liga dan Liga Champions untuk diperebutkan, usai Los Blancos tersingkir di ajang Copa del Rey.

Pasukan Zinedine Zidane kalah 3-4 di tangan Real Sociedad pada laga perempat final Copa del Rey hari Jumat (7/2) di hadapan pendukungnya sendiri di Santiago Bernabeu. Sebenarnya jika ada saja sisa 10 menit lagi maka Real Madrid kemungkinan besar bisa mengejar skor 4-4 setelah Marcelo, Rodrygo dan Nacho membalaskan tiga gol bagi Los Blancos. Tapi sayang sang waktu ternyata terlalu mahal dan sedikit.

Sang kapten Sergio Ramos turun sendiri hendak menyelesaikan masalah ini dengan tembakan kerasnya, selang beberapa detik jelang peluit panjang berbunyi, tapi sayang gagal menembus gawang La Real. Skor 3-4 tetap bertahan dan dengan demikian maka sudah lima musim teranyar ini Real Madrid gagal menembus final kompetisi Piala Raja Spanyol yang diciptakan bagi mereka.

Musim lalu Los Merengues kalah 4-1 oleh Barcelona pada babak semi final Copa del Rey ini, main imbang 1-1 di Camp Nou sebelum kalah 0-3 di Bernabeu. Jadi kekalahan ini seperti deja vu, mengulangi mimpi buruk musim lalu, bahkan pada babak yang lebih awal.

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77

Para pendukung Real Madrid akan menghibur diri dari tudingan tak ada treble bagi Real Madrid musim ini, menunjuk ajang Supercopa de Espana di Arab Saudi sebagai gelar juara yang sudah mereka raih usai mengalahkan Atletico Madrid di partai final. Anak asuhan Zidane masih memiliki peluang untuk meraih gelar juara di La Liga setelah memimpin klasemen dengan keunggulan tiga poin di atas Barcelona. Begitu pun di ajang Liga Champions mereka lolos ke 16 besar dan akan menghadapi tim lemah Club Brugge asal Belgia.

Sepanjang sejarah Copa del Rey, sebuah turnamen yang diciptakan untuk didominasi Los Blancos selaku klub kesayangan Raja Spanyol, justru tim dari provinsi pemberontak Barcelona lah yang paling sukses dengan 30 kali menjadi juara, disusul oleh Athletic Bilbao dengan 23 kali mengangkat trofi, baru kemudian disusul Real Madrid dengan 19 kali juara.