Thierry Henry, Maldini dan Para Pemain Terbaik yang Tak Pernah Raih Ballon d’Or

Thierry Henry, Maldini dan Para Pemain Terbaik yang Tak Pernah Raih Ballon d'Or

Gilabola.com – Thierry Henry, Paolo Maldini, Xavi dan Kenny Dalglish menjadi deretan pemain terbaik yang selama karirnya sebagai pesepak bola tak pernah meraih Ballon d’Or.

Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo barangkali sudah berbagi 11 trofi Ballon d’Or hingga saat ini. Tapi, banyak pemain sepak bola terbaik lainnya yang tak pernah memenangkan satupun penghargaan tahunan tersebut.

Para pemain itu bahkan legenda untuk klub maupun negara mereka. Namun, seakan telah ‘dirampok’ dari trofi pemain terbaik dunia tersebut selama karir gemilang mereka.

Semua tersadarkan setelah Sergio Aguero menyatakan, dia ingin bertahan di Manchester City dan memenangkan Ballon d’Or. Berbekal dari ‘kegalauan’ Aguero itulah, muncul daftar pemain papan atas dunia yang namanya demikian ternama dan prestasinya di lapangan patut diacungi jempol, tapi tak pernah berhasil memenangkan trofi yang jadi idaman para pemain bola tersebut.

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77
SBOTOP
SBOTOP

Berikut ini daftar pemain tersebut, seperti diulas SunSport, di mana beberapa di antaranya mungkin diketahui sebagai pemain dengan kualitas dunia, beberapa mungkin mengejutkan, sementara beberapa lain bisa jadi terbantahkan bahwa dia telah ‘dicurangi’:

THIERRY HENRY
Mantan bintang Arsenal ini mencapai puncak karirnya sebagai pesepak bola antara tahun 2001 hingga 2006.

Bukan cuma menjadi top skorer Liga Premier dalam empat dari lima musim yang dilakoninya, Henry juga sukses bukukan 29 gol dalam 52 pertandingan Liga Champions ketika itu – sebuah kompetisi di mana seorang pemain pantas disebut sebagai pemain papan atas dunia.

Tapi untuk beberapa alasan, meskipun penampilannya tidak tergantikan – termasuk saat ia membenamkan Inter Milan di San Siro, penghargaan internasional terbaik yang bisa diraih Henry hanyalah menjadi runner-up Ballon d’Or.

Pada tahun itu, tahun 2003, Thierry Henry hanya berada di belakang Pavel Nedved di ajang Ballon d’Or ketika itu. Benar kan, itu tidak tepat?

PAOLO MALDINI
Dia disebut-sebut sebagai pemain bertahan terbaik yang pernah ada di dunia sepak bola.

Piawai di pusat pertahanan, Maldini juga bisa dioperasikan di posisi bek kiri, di mana ia memulai karir sepak bolanya. Ikon AC Milan ini sukses memenangkan 25 trofi, termasuk tujuh gelar Serie A dan lima trofi Liga Champions.

Tapi dengan segala kecemerlangannya, ia kerap dibayangi penampilan rekan-rekan satu timnya yang lebih gemerlap, seperti Andriy Shevchenko, Kaka, George Weah, Marco van Basten dan Ruud Gullit, yang semuanya juga terdaftar sebagai peraih Ballon d’Or.

Posisi terbaik Maldini di ajang penghargaan tersebut, hanya menempati posisi ketiga di tahun 1994 dan 2003.

XAVI HERNANDEZ
Pemain ini jantungnya gaya permainan tiki-taka di Barcelona, di mana mantan gelandang Spanyol tersebut telah mainkan 767 pertandingan untuk raksasa Catalan tersebut.

Dan, saat dia dihujani berbagai penghargaan, dia sempat lima kali masuk dalam daftar Tim Terbaik UEFA Tahun Ini antara 2008 hingga 2012.

Tapi, sama halnya dengan Thierry Henry, Xavi pun tak pernah mengangkat Ballon d’Or. Bahkan saat berhasil membantu La Roja menangkan Piala Dunia 2010, Xavi yang mencatatkan tingkat penyelesaian operan yang luar biasa dalam turnamen itu, yakni hingga 91 persen, tak juga meraih penghargaan tersebut.

Xavi hanya berhasil menempati posisi ketiga Ballon d’Or selama tiga tahun berturut-turut, yakni antara tahun 2009 hingga 2011.

FERENC PUSKAS
Tidak ada masalah teknis dalam permainan penyerang yang wafat di usia 79 tahun itu. Puskas – yang mencetak 84 gol dalam 85 pertandingan yang dilakoninya untuk Timnas Hongaria dan 622 gol klub dalam karirnya, itu gagal memenangkan Ballon d’Or – terlepas dari kehebatannya.

Legenda Real Madrid ini tercatat berhasil memenangkan lima gelar La Liga dan tiga trofi Liga Champions. Tapi, dia harus menyaksikan rekan satu timnya, Alfredo Di Stefano, mengklaim berbagai penghargaan, termasuk dua Ballon d’Or.

Puskas hanya berhasil meraih tempat runner-up di tahun 1960, tapi ia dianggap sebagai pemain terbaik untuk tak pernah memenangkan penghargaann itu, yang sebenarnya memenuhi syarat untuk itu.

KENNY DALGLISH
Penyerang asal Skotlandia ini menjadi salah satu pemain terbaik yang datang dari kawasan berpantai tersebut.

Didatangkan dari Celtic pada 1977 untuk menggantikan Kevin Keegan, yang setahun kemudian MEMENANGKAN Ballon d’Or di Hamburg. Sementara Dalglish, sangat sulit bisa meraihnya.

Tapi, ‘King Kenny’ tunjukkan kepiawaiannya. Dia mencetak 31 gol di musim pertamanya, dan mengikutinya dengan 25 gol di tahun berikutnya. Penampilan briliannya berhasil mengantarkan Liverpool meraih tiga kemenangan di ajang European Cup, yakni pada tahun 1978, 1981 dan 1984.

Namun, di ajang Ballon d’Or tahun 1983, Dalglish hanya menempati posisi runner-up di belakang Michel Platini.

ANDRES INIESTA
Ia merupakan pemain yang paling berwarna dalam sejarah sepak bola Spanyol, di mana ia telah memenangkan 35 trofi, termasuk sembilan gelar La Liga dan empat trofi Liga Champions.

Iniesta yang kini merumput di Liga Jepang itu, menjadi instrumen penting dalam sejarah Barcelona meraih treble pada 2009 dan 2015. Gelandang 35 tahun itu juga mencetak gol kemenangan bagi Spanyol dalam final Piala Dunia tahun 2010 melawan Belanda.

Tapi, sama seperti Thierry Henry, meskipun Iniesta berhasil bukukan prestasi gemilang tersebut, ia hanya menjadi runner-up Ballon d’Or di tahun 2010, lalu menempati posisi ke empat di tahun 2011 dan menjadi pemenang ketiga di tahun 2012. Satu hal, setidaknya, ia konsisten masuk dalam daftar pemenang.

BOBBY MOORE
Bisa dibilang, inilah pemain terbaik Inggris – Bobby Moore, yang menjadi kapten saat The Three Lions memenangkan Piala Dunia 1966. Tapi, ia tak pernah mendapat kesempatan mengangkat Ballon d’Or.

Padahal, ia berhasil tunjukkan permainan papan atas yang membuat Eusebio – peraih Ballon d’Or 1965, hanya berhasil bukukan satu gol dari titik putih di semi-final Piala Dunia 1966.

Sebaliknya, Bobby Charlton yang dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Dunia saat itu, setelah Inggris dinobatkan sebagai juara dunia 1966.

Moore hanya menempati posisi kedua Ballon d’Or pada tahun 1970, di belakang mesin gol Jerman, Gerd Muller, tahun yang sama saat ia berhasil mengatasi Jairzinho yang bermaun sangat luar biasa dan sempat mendapat pelukan Pele usai pertandingan.