Thomas Tuchel Salah Satu Alasan Kemarahan Kylian Mbappe Pada PSG

Thomas Tuchel Salah Satu Alasan Kemarahan Kylian Mbappe Pada PSG

Gilabola.com – Thomas Tuchel ternyata menjadi salah satu alasan kemarahan Kylian Mbappe pada klub Liga Prancis, PSG. Hal ini patut dicermati oleh klub.

Pernyataan Kylian Mbappe di penghargaan Pemain Terbaik Ligue 1 masih bergema di seluruh dunia, dan diperkirakan bahwa secara tidak langsung pernyataannya ditujukan kepada kepala pelatih Paris Saint-Germain Thomas Tuchel.

Pemain berusia 20 tahun asal Prancis, Mbappe mengisyaratkan bahwa dirinya menginginkan peran yang lebih menonjol di PSG, atau ia ingin menjadi bintang di klub lain.

“Mungkin ini saatnya untuk memiliki tanggung jawab lebih, mungkin bisa berada di PSG, dengan senang hati, atau di tempat lain untuk proyek baru,” kata Mbappe.

Advertisement
advertisement
advertisement
Dewa303
Dewa303

Salah satu penyebab kefrustrasian Mbappe di PSG adalah bahwa Tuchel, di matanya, telah mencegahnya dari kesempatan untuk memenangkan Sepatu Emas Eropa, menurut media Prancis, Le Parisien.

Pelatih asal Jerman itu tidak memainkannya saat melawan Strasbourg atau Nantes, pertandingan yang menyebabkan dia kini terpaut empat gol di belakang Lionel Messi (36 gol) dalam perlombaan untuk menjadi pencetak gol paling banyak di dunia.

Kylian Mbappe indikasikan keluar dari PSG

Namun Le Parisien mengatakan Mbappe memiliki hubungan yang baik dengan Tuchel, sementara pernyataannya tersebut tidak ada hubungannya dengan hubungan sang pelatih dengan Neymar, kekasihnya dan juga PSG.

Juara Ligue 1 menanggapi berita ini dengan mengeluarkan pernyataan yang mengumumkan bahwa Mbappe akan tinggal di klub; “Mbappe dan PSG telah sangat bersatu dalam beberapa tahun terakhir dan kebersamaan ini akan berlanjut musim depan,” bunyi pernyataan klub.

“Dengan memiliki ambisi yang sama untuk membuat sejarah sepakbola Eropa, pada ulang tahun ke-50 klub, momen yang ditunggu-tunggu, untuk bersama-sama menulis halaman baru dari sejarah klub di mana setiap pemain utama harus melakukan bagiannya, selalu bekerja untuk tim atau kolektif.”

Tetapi pernyataan pemenang Piala Dunia 2018 itu telah menyebabkan beberapa klub membuka mata mereka, terutama Real Madrid. Sang pemain depan memiliki hubungan yang sangat baik dengan Neymar, tetapi juga dengan Tuchel. Eropa menunggu bagaimana musim panas akan menarik di Parc des Princes.