Tiga Alasan Inter Milan Akan Libas Sevilla, Juara Liga Europa Musim Ini

Tiga Alasan Inter Milan Akan Libas Sevilla, Juara Liga Europa Musim Ini

Gilabola.com – Ketika Manchester United gagal mencapai final, trio mantan Setan Merah Romelu Lukaku, Ashley Young, dan Alexis Sanchez justru sukses melaju ke laga puncak Liga Europa musim ini.

Kemenangan fantastis 5-0 atas Shakhtar Donetsk mengantarkan mereka untuk menghadapi juara lima kali kompetisi ini, Sevilla, pada hari Sabtu (22/8) di RheinEnergieStadion.

Penyerang Belgia Romelu Lukaku sudah menegaskan ambisinya untuk memenangi partai final nanti melawan tim asal Andalusia tersebut dan ada banyak alasan mengapa Nerazzurri pantas optimis di laga final Liga Europa ini.

Performa Kelas Dunia

Inter Milan sudah tampil dalam performa luar biasa saat ini, tak terkalahkan pada 11 laga terkininya di berbagai kompetisi, memenangkan enam pertandingan terbarunya, kebobolan sekali dan lima kali clean sheet. Itu termasuk kemenangan atas tim sulit macam Napoli (2-0) dan Atalanta (2-0) di Serie A. Selain itu, Nerazzurri yang pernah menjuarai kompetisi ini tiga kali juga telah memenangkan delapan dari 10 laga mereka di Liga Europa, termasuk 5-0 atas Shakhtar Donetsk pada babak semifinal.

Duet Lukaku dan Martinez

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77
SBOTOP
SBOTOP

Lesakan dua gol ke gawang Shakhtar Donetsk telah membuat Romelu Lukaku menjadi pemain pertama yang mampu mencetak gol dalam 10 laga beruntun di Liga Europa, meringkas performa dahsyatnya pada musim debutnya bersama Inter Milan dengan 33 gol dan 6 assist di berbagai kompetisi.

Salah satu kunci ketajamannya adalah kemitraan dengan partnernya Lautaro Martinez yang juga tampil luar biasa. Penyerang 22 tahun Argentina itu sudah terbukti menjadi salah satu striker elit di Eropa dengan kemampuan dribel, membuka ruang, menarik lawan keluar dan menciptakan ruang kosong. Dia sudah mencetak 27 gol dan 4 assist musim ini.

Taktik Antonio Conte

Ketika mengalahkan Shakhtar 5-0, manajer Italia itu membocorkan taktiknya dan mengatakan bahwa pressing ketat timnya yang tak membiarkan juara Ukraina itu nyaman memainkan sepak bola mereka menjadi kunci kemenangan timnya, yang hanya menguasai 37 persen bola waktu itu.

Gaya bermain Sevilla adalah agresif dengan serangan dari kedua sayap dan mengirim banyak umpan silang dari kedua bek sayapnya. Penyebab kekalahan United 2-1 dari mereka adalah karena pihak Inggris tidak mewaspadai itu dengan pressing tinggi pada kedua sayap, membiarkan Sergio Reguilon dan Jesus Navas sama-sama membukukan assist. Melawan Inter Milan, taktik Julen Lopetegui akan sulit karena taktik 3-5-2 Antonio Conte yang disertai pressing tinggi akan menyulitkan tim Andalusia tersebut, yang kurang memiliki pemain dengan kualitas teknik dan umpan tinggi, selain Suso yang punya kemampuan berkelit dan keluar dari tekanan. Permainan ofensif dari lebar lapangan Los Nervionenses justru bisa menjadi makanan empuk bagi taktik counter attack Nerazzurri.