Suasana Stadion Etihad mendadak bergemuruh sejak menit awal, ketika Manchester City tampil agresif menghadapi Newcastle United dalam laga penentuan menuju final Carabao Cup. Di balik skor 3-1 yang tercipta, tersimpan satu sosok yang perlahan menjadi pembeda, sekaligus membuka jalan City menuju kemenangan agregat 5-1.
Sejak peluit awal dibunyikan, tuan rumah langsung menunjukkan niat untuk mengakhiri perlawanan lawan secepat mungkin. Tekanan tinggi dan permainan cepat membuat Newcastle kesulitan mengembangkan permainan.
Marmoush Buka Jalan, City Mengamuk di Babak Pertama
Dominasi Manchester City mulai terlihat sejak menit ke-7. Omar Marmoush berhasil membuka keunggulan setelah memanfaatkan bola pantul hasil tembakan rekannya. Dengan penyelesaian tenang, ia mengirim bola ke gawang Newcastle tanpa mampu dihentikan kiper lawan.
Kepercayaan diri City semakin meningkat. Pada menit ke-29, Marmoush kembali mencatatkan namanya di papan skor. Kali ini, ia menyundul bola dari jarak dekat setelah menerima umpan matang, menggandakan keunggulan menjadi 2-0.
Belum sempat Newcastle menata kembali pertahanan, gawang mereka kembali kebobolan. Tiga menit berselang, Tijjani Reijnders mencetak gol ketiga lewat serangan cepat yang menunjukkan tajamnya lini depan City. Skor 3-0 bertahan hingga turun minum.
Upaya Bangkit Newcastle Tak Cukup
Memasuki babak kedua, Newcastle mencoba mengubah jalannya pertandingan. Tiga pemain langsung dimasukkan saat jeda, yakni Yoane Wissa, Jacob Murphy, dan Anthony Elanga. Perubahan ini dimaksudkan untuk menambah daya serang sekaligus memperbaiki alur permainan.
Hasilnya sempat terlihat pada menit ke-62. Anthony Elanga berhasil mencetak gol balasan, yang sekaligus menjadi gol pertama Newcastle di Stadion Etihad sejak 2018. Gol tersebut memberi sedikit harapan bagi tim tamu.
Namun, harapan itu tidak bertahan lama. City tetap bermain rapi dan disiplin. Aliran bola dari lini tengah ke depan berjalan lancar, membuat Newcastle kesulitan menambah gol.
Statistik Bicara: City Kuasai Jalannya Laga
Secara keseluruhan, Manchester City tampil lebih dominan sepanjang pertandingan. Mereka menguasai 65 persen penguasaan bola, sementara Newcastle hanya 35 persen.
City juga mencatatkan 10 tembakan tepat sasaran, dibandingkan enam milik Newcastle. Dari sisi situasi bola mati, City memperoleh enam tendangan sudut, dua kali lebih banyak dari lawannya yang hanya mendapat tiga.
Angka-angka ini mencerminkan bagaimana City mengontrol tempo permainan dan terus menekan hingga laga berakhir.
Dukungan untuk Howe, Pujian untuk Guardiola
Meski timnya tersingkir, dukungan suporter Newcastle terhadap Eddie Howe tetap terdengar. Manajer tersebut dikenal sebagai sosok yang pernah membawa Newcastle meraih trofi terakhir mereka sejak 1969. Musim ini, Howe terus berusaha mengembalikan daya saing tim di tengah berbagai tantangan.
Di sisi lain, Pep Guardiola menyambut kemenangan ini dengan penuh kepuasan. Ia menekankan pentingnya mencetak gol sejak awal untuk menjaga keunggulan. Menurutnya, kreativitas dan mental kuat para pemain menjadi kunci keberhasilan City melangkah jauh di turnamen ini.
Menatap Final Carabao Cup, Man City Tantang Arsenal
Kemenangan 3-1 ini memastikan Manchester City lolos ke final Carabao Cup dengan agregat meyakinkan 5-1. Di partai puncak, mereka akan berhadapan dengan Arsenal dalam duel yang diprediksi berlangsung sengit.
Sementara itu, Newcastle harus segera bangkit. Setelah tersingkir dari turnamen ini, fokus utama mereka kini tertuju pada kompetisi liga, dengan harapan bisa meraih hasil lebih baik di pertandingan-pertandingan berikutnya.

