Tiga Pertarungan Pemain akan Mendikte Laga Barcelona Kontra Real Madrid

Tiga pertarungan pemain saat Real Madrid bertemu Barcelona di Piala Super Spanyol, Kamis (13/1) dini hari, diprediksi akan mendikte jalannya laga yang digelar di Riyadh, Arab Saudi, itu.

Gilabola.com – Harus diakui, dalam beberapa tahun terakhir situasi kedua tim tampak berat sebelah, dan sebagian besar berpihak pada Los Blancos.

Tim ibukota Spanyol itu tercatat memenangkan empat pertandingan El Clasico secara beruntun, dan berpeluang bukukan kemenangan kelima atas tim Catalan dini hari nanti.

Bagi kedua tim, pertemuan Barca kontra Real Madrid bukanlah hanya pertandingan, tetapi peperangan. Pertarungan kedua klub ini bahkan lebih dari sebuah pertandingan di antara dua klub sepak bola, tetapi pertarungan orang-orang Catalan melawan kemapanan kerajaan yang digambarkan dengan jersey El Real yang berwarna putih-putih.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
Totobet
Totobet
978Bet
978Bet

Seperti halnya perang, sebelum itu berakhir, sejumlah momen pertempuran yang menentukan akan terjadi sampai akhirnya salah satu tim harus menyerah. Dengan semangat yang sama, Barca Universal memprediksi tiga pertarungan penting akan menentukan siapa yang bakal jadi pemenang di El Clasico pertama di tahun ini.

1. Vinicius Jr vs Gerard Pique
Pemain yang sulit dihentikan versus sosok yang tampaknya tak bisa digoyahkan, yakni Vinicius Jr di lini serang Real Madrid melawan Gerard Pique yang menjadi salah satu pemain yang paling sering diandalkan dalam laga El Clasico.

Keduanya sudah saling mengenal satu sama lain, empatnya selama empat tahun terakhir ini. Saat itu, bintang asal Brasil tersebut bisa lebih unggul dibandingkan rekan-rekannya di klub asal Spanyol itu. Namun, yang jelas, persaingan keduanya tak pernah seketat ini.

Dimulai dengan Vinicus, beberapa pemain di lima liga top Eropa behasil tampil hampir sekonsisten pemain itu. Vinicius berhasil temukan permainan terbaik versi dirinya yang hampir tak ada yang mengira bahwa hal itu ada.

Di bawah asuhan Carlo Ancelotti, ketidakmampuan Vinicius dalam mencetak gol sebelumnya, akhirnya bermetamorfosis dan menjadi kemampuan yang tak bisa dipercaya. Ia sukses mencetak 12 gol untuk Real Madrid di musim ini, dan sudah berbicara banyak mengenai kemampuan penyelesaian akhirnya yang terus menanjak.

Dalam hal penguasaan bola, Vinicius tak diragukan lagi merupakan salah satu penggiring bola terbaik dunia. Ini sangat kontras dengan penampilannya di musim 2018/19, di mana sekarang pemain Madrid bernomor 20 itu sudah jauh lebih dewasa dan bisa diandalkan dalam membuat keputusan di lapangan.

Sedangkan Pique, secara khas kurang dihargai, meskipun di saat bersamaan dia juga  sangat brilian di sepanjang musim. Dengan perginya Lionel Messi, Pique telah mengambil peran kepemimpinan dengan cara yang tak pernah diharapkan darinya. Dia benar-benar fenomenal dalam bertahan dan memberi kekakuan dengan cara yang hampir tak diperkirakan siapapun.

2. Nico Gonzalez vs Toni Kroos
Biasanya Barcelona kerap kalah dari Real Madrid dalam setiap pertempuran di lini tengah, bahkan selama beberapa tahun terakhir.

Namun kini, seakan ada kebangkitan kembali di lini tengah tim Catalan itu, di mana Nico Gonzalez menjadi bagian penting dari prosesnya. Pemain La Masia yang baru akan segera lulus itu, telah menjadi salah satu titik paling terang dalam musim yang sebelumnya berlangsung suram. Pemain Spanyol itu berikan posisi yang aman bagi Blaugrana, dalam hal kinerja maupun ketersediaannya di lapangan.

Kemampuannya dalam membawa bola membuat Nico bisa menjadi pengganti ideal bagi Frenkie de Jong di lini tengah, yang saat ini tengah cedera. Selain itu, kemampuannya dalam bertahan pun sangat penting bagi Barca, karena dia akan bertemu lawan yang berat, Toni Kroos.

3. Marc-Andre ter Stegen vs Thibaut Courtois
Musim ini, Marc Andre ter Stegen dan Thibaut Courtois saling berlawanan dalam hal penampilan. Kiper asal Jerman itu misalnya, memperlihatkan penampilan yang tidak konsisten, bahkan selama dua setengah musim terakhir bisa dibilang tampil di bawah standar.

Sedangkan Courtois, kiper Belgia itu lakoni tahun 2021 yang fenomenal. Menurut FBRef, ia bahkan berhasil menyelesaikan 11,6 gol di atas Post Shot Expected Goals-nya. Ini berarti, ia kebobolan hampir 12 gol – di bawah apa yang secara teori diperkirakan, itu menjadi jumlah kebobolan yang dibukukannya saat ini dan setengah musim lalu.

Performa seperti ini tentunya sangat penting dalam mengejar gelar musim ini, meskipun lini pertahanan Real Madrid juga tampil lebih baik dibandingkan Barca, tapi kemampuan Courtois dalam menjaga gawangnya bisa membuat timnya terus menjauh dari Blaugrana.

AHABET
AHABET
HKINDO
HKINDO