Mantan gelandang Manchester City, Tijjani Reijnders, terang-terangan mengakui faktor finansial menjadi alasan kepindahannya ke Arab Saudi.
Reijnders meninggalkan Man City pada musim panas dan bergabung dengan Al-Qadsiah dengan nilai transfer 52 juta poundsterling atau sekitar Rp1,17 triliun.
Gelandang berusia 28 tahun itu hanya menghabiskan satu musim di Etihad Stadium. Ia sebelumnya didatangkan dari AC Milan dengan mahar 46,5 juta poundsterling atau sekitar Rp1,05 triliun.
Reijnders sempat tampil mengesankan pada awal kariernya bersama The Citizens. Akan tetapi, ia kesulitan memberikan dampak konsisten dalam 50 penampilannya.
Kini, Reijnders terikat kontrak lima tahun bersama Al-Qadsiah. Ia dilaporkan akan mendapatkan sekitar 86 juta poundsterling atau Rp1,94 triliun selama lima tahun tersebut.
Setelah sebulan berada di Arab Saudi, Reijnders mengungkap alasan sebenarnya memilih pindah.
“Setelah karier bermain saya berakhir, saya tidak ingin harus bekerja lagi,” kata Reijnders.
“Tentu saja, saya mungkin juga tidak perlu bekerja lagi setelah kontrak saya di Manchester City berakhir. Tetapi, kepindahan ini memungkinkan saya menjamin masa depan generasi berikutnya dalam keluarga saya.”
“Saya tidak akan berbohong soal itu. Dengan menandatangani kontrak ini, saya bisa memastikan bahkan cucu-cucu saya aman secara finansial. Jadi, mengapa saya tidak melakukannya?”
Jadikan Gilabola.com sumber berita pilihan anda!
Reijnders saat ini memiliki satu putra bernama Xavien bersama istrinya, Marina.
Pada Agustus lalu, Reijnders sempat menyebut ambisi Al-Qadsiah sebagai alasan yang membuatnya tertarik bergabung.
“Saya terutama tertarik dengan ambisi klub. Klub ingin menjadi yang terbesar di Asia,” ujarnya.
“Saya datang ke sini untuk mencoba memenangkan trofi bersama rekan-rekan setim. Kami bermain untuk empat trofi, jika saya tidak salah.”
“Kami ingin memenangkan sebanyak mungkin dan kami semua sangat bersemangat melakukannya.”
Secara pribadi, Reijnders berharap bisa membantu Al-Qadsiah melalui kontribusi gol dan asis.
Gelandang Timnas Belanda itu telah mencetak tiga gol dalam lima penampilan di Liga Arab Saudi bersama Al-Qadsiah.
Al-Qadsiah juga berkompetisi di Liga Champions AFC dan saat ini menempati posisi keempat Liga Arab Saudi. Mereka finis di posisi yang sama dalam dua musim terakhir.
Klub tersebut dimiliki Saudi Arabian Oil Company, perusahaan minyak dan gas alam yang mayoritas sahamnya dimiliki negara Arab Saudi.
Al-Qadsiah memang tidak memiliki sebanyak nama besar seperti sejumlah klub Timur Tengah lainnya. Mereka tetap diperkuat sejumlah pemain yang pernah dikenal di Eropa, termasuk mantan bek Timnas Spanyol dan Italia, Nacho Fernandez, serta striker Italia, Mario Retegui.
Reijnders sendiri telah mencatatkan tiga penampilan bersama Timnas Belanda di Piala Dunia.


