Timnas Argentina Lanjutkan Nasib Baik di Copa America

Gilabola.com – Timnas Argentina ‘beruntung’ masih bertahan di Copa America setelah hanya meraih hasil imbang 1-1 kontra Paraguay, Kamis (20/6) pagi WIB.

Hal ini diungkapkan pelatih Argentina, Lionel Scaloni, setelah melihat skuadnya tertinggal lebih dulu di babak pertama, hingga akhirnya diselamatkan eksekusi penalti Lionel Messi di babak berikutnya.

Penalti Lionel Messi di awal babak kedua berhasil membatalkan gol Richard Sanchez yang sudah tercipta sejak babak pertama, dalam pertandingan kedua Grup B yag digelar di Belo Horizonte.

Beruntung pula bagi Argentina, mreka memiliki kiper veteran yang sigap, Franco Armani, yang berhasil menyelamatkan gawangnya dari tembakan penalti Derlis Gonzalez setelah pemain Paraguay ini dilanggar Nicolas Otamendi di area terlarang. Armani dan Otamendi pula yang menggagalkan ancaman skuad asuhan Leonardo Berizzo di akhir babak kedua.

Harus Menang Kontra Qatar

Advertisement
advertisement
advertisement
DepoToto
DepoToto

Laga pun berakhir dengan skor imbang 1-1. Timnas Argentina berhasil kantongi poin pertama di awal turnamen ini, meskipun hanya satu poin. Sayangnya posisi Lionel Messi dan kawan-kawan saat ini tenggelam di klasemen Grup B – bahkan di bawah Qatar, dengan hanya bukukan satu poin tersebut.

Skuad Scaloni tentunya harus menang dalam laga melawan Qatar, Senin (24/6) dinihari WIB, jika ingin terus melaju. Diakui pelatih 41 tahun itu, saat ini skuadnya terancam tersingkir dalam turnamen ini – bahkan di fase grup, dan akui Argentina beruntung bisa tetap bertahan di Copa America sampai saat ini. “Solusinya, kita harus menang. Kita beruntung masih hidup,” tegas Scaloni, seperti dilansir SportsKeeda.

“Kami harus kembali bermain seperti di babak kedua tadi, tapi juga harus lebih seimbang. Dengan demikian, kami bisa benar-benar menguasai jalannya pertandingan,” tambahnya.

Aguero Bikin Argentina Lebih Berbahaya

Masuknya Sergio Aguero di awal babak kedua sebenarnya mampu membuat Timnas Argentina tampil lebih berbahaya. Diyakini, dia akan lebih berbahaya lagi saat dimainkan bersama Messi dan Lautaro Martinez.

Tapi, Martinez yang tampak tidak senang saat diganti di menit ke-67, kemudian dia diganti karena alami cedera di babak kedua laga tersebut. “Saya tidak tahu, apakah itu skuad terbaik (sebelum Martinez keluar), tetapi tanpa ragu saya katakan itulah tim yang paling berbahaya. Saat Sergio masuk, tim menjadi lebih baik lagi,” kata Scaloni.