Timnas Belgia Akui Romelu Lukaku Berubah Ceria

Timnas Belgia Akui Romelu Lukaku Berubah Ceria

Gilabola.com – Timnas Belgia mengakui Romelu Lukaku kini berubah lebih ceria. Imbasnya jadi positif di Kualifikasi Piala Eropa 2020 kali ini.

Timnas Belgia dan pelatih mereka, Roberto Martinez, menyatakan jika baru kali ini mereka melihat Romelu Lukaku ‘bebas dan bahagia’. Mereka menilai sang pemain berubah lebih ceria setelah berhasil pindah ke Inter Milan dari Manchester United.

Mantan rekan Paul Pogba berusia 26 tahun itu sendiri menjadi pemain termahal Inter dari Manchester United dengan dana €80.000.000 di bulan Agustus kemarin. Ia menghabiskan dua musim menyedihkan di Old Trafford sebelum terbang ke Serie A.

Sukses berseragam Inter, Lukaku langsung berubah drastis menjadi pemain yang lebih ceria dan bahagia. Berbicara jelang laga lawan Timnas Skotlandia di Glasgow, Martinez mengakui perubahan yang ada pada sang superstar.

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

“Ebuset dah, baru pertama kali ini saya melihat dia begitu bahagia dan bebas. Dari satu pelatihan ke pelatihan lain saya tidak pernah lihat Rom begitu fokusnya, bahagia, segar dan haus tantangan baru,” puji Martinez kepada wartawan dan SA.

“Saya pikir sekarang dia siap untuk lembaran baru dalam karirnya dengan kepindahan ke Inter Milan. Dan dia bisa meneruskan semangatnya ke Timnas, jadi saya kagum melihat keceriaannya.”

Timnas Belgia terbantu keceriaan Romelu Lukaku

“Rom itu adalah salah satu pesepakbola modern dan dia terlahir dengan perhatian, dengan media sudah mengikuti dirinya sejak usia 16 tahun di Belgia. Dia punya kru media yang selalu mengikuti apa yang dia lakukan.”

“Dia sudah ada di tim dengan harapan menang terus di Anderlecht dengan partisipasi di Liga Champions. Kemudian dia ada transfer besar ke Chelsea, West Brom juga, kemudian Everton, kesempatan besar juga ke Manchester United dan kini ke Inter.”

“Rom tidak akan mudah terpengaruh, dia adalah pemain paling tenang yang kalian lihat. Hidupnya adalah sepakbola saja. Dia hanya hidup untuk mencetak gol di level klub dan Timnas.”