Timnas Inggris Alami Pelecehan Direncanakan dan Terkoordinir

Timnas Inggris Alami Pelecehan Direncanakan dan Terkoordinir

Gilabola.com – Timnas Inggris alami pelecehan rasis yang ‘direncanakan dan terkoordinir’. Demikian ungkap seorang pemain Bulgaria terkait insiden yang dialami skuad Gareth Southgate di Kualifikasi Piala Eropa 2020.

Salah seorang pemain Bulgaria mengatakan hal itu kepada skuad The Three Lions yang membantai mereka 6-0, Selasa (15/10) dinihari WIB. Menurut pemain yang tak diungkapkan identitasnya tersebut, pelecehan rasis yang dialami the Three Lions di Stadion Vasil Levski itu “sudah direncanakan dan dikoordinir”.

Menurut laporan Sky Sports News yang dilansir SunSport, punggawa tim tuan rumah itu tampak berbicara kepada para pemain Three Lions setelah timnya alami kekalahan telak nan memalukan untuk meminta maaf.

Dia digambarkan sangat malu dengan apa yang dialami Inggris sebagai tim tamu, sehingga dia merasa harus berbicara dengan para pemain Gareth Southgate usai laga.

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77
SBOTOP
SBOTOP

Sejumlah pemain tim tamu, termasuk debutan Tyrone Mings, menjadi incaran para pelaku rasisme bahkan sejak mereka lakukan pemanasan di stadion kebanggaan warga Sofia itu sebelum kickoff.

Pelatih Timnas Inggris Gareth Southgate telah memberi tahu delegasi Uefa, dan pihak panpel pertandingan pun telah meminta kepada para suporter yang berulah agar mereka menghentikan perilaku rasis yang mereka pertontonkan, atau pertandingan akan dihentikan.

Namun, aksi rasis suporter tuan rumah itu hanya berhenti sesaat, karena para suporter berulah lagi hingga laga dihentikan. Wasit asal Kroasia, Ivan Bebek, menghentikan pertandingan selama beberapa menit karena Inggris mempertimbangkan untuk meninggalkan lapangan pertandingan.

Skuad Southgate sepakat untuk melanjutkan laga hingga paruh waktu, hingga mereka bisa membahas masalah yang mereka alami.

Tetapi ketika pertandingan dimulai lagi setelah penghentian paksa tersebut, sekitar 50 suporter Bulgaria yang sebagian besar mengenakan jaket hitam ber-hoody keluar dari stadion secara bersama-sama.

Kumpulan suporter ini, yang berdiri di belakang spanduk kelompok hooligan Lokomotiv Plovdiv Lauta Army, dianggap paling vokal dalam hal pelecehan rasis. Mereka terdengar membuat suara-suara monyet, mencemooh bintang-bintang Timnas Inggris dan memberi hormat a la Nazi.

Tidak jelas apakah mereka terpaksa meninggalkan stadion atau melakukannya atas kemauan sendiri sebagai bagian dari rencana mereka.┬áTapi, setidaknya, satu pendukung terlihat membentangkan jaket khusus yang mengejek kampanye antirasisme Uefa dengan tulisan ‘No Respect’.

Namun, setelah Three Lions putuskan untuk melanjutkan pertandingan, aksi rasis masih terjadi di stadion itu, walaupun kelompok garis keras itu sudah pergi.

Kapten Timnas Bulgaria Ivelin Popov sempat mendekati tribun penonton dan meminta para suporternya untuk menghentikan aksi memalukan mereka. Tapi manajer Krasimir Balakov malah mengaku tidak mendengar ada pelecehan rasis yang dialami tim lawan selama pertandingan itu, dan karenanya dia tidak akan meminta maaf.

Pada Selasa pagi waktu setempat, Perdana Menteri Bulgaria Boyko Borisov menuntut Ketua Asosiasi Sepakbola Bulgaria, Borislav Mikhailov, segera mengundurkan diri. Menteri Olahraga, Krasen Kralev, bahkan mengungkapkan PM Bulgaria berjanji untuk memutus semua hubungan dengan FA setempat sampai Mikhailov berhenti.