Timnas Inggris Kehilangan Harry Kane, Ini Kandidat Penggantinya

Timnas Inggris Cari Pengganti Harry Kane

Gilabola.com – Timnas Inggris tengah memilah-milah sosok penyerang yang bisa gantikan Harry Kane – bintang Tottenham Hotspur andalan Gareth Southgate yang harus absen tiga bulan akibat cedera hamstring.

Cedera hamstring yang dialami Kane tentunya menjadi kondisi buruk yang dialami penyerang berusia 26 tahun itu. Ia bahkan baru akan kembali mulai latihan lagi pada April mendatang. Jika perkiraan waktunya tepat, dia harusnya fit untuk ikut terlibat di Piala Eropa 2020.

“Saya hadapi masalah sama menjelang Euro 96. Waktu itu saya harus jalani operasi hernia di akhir musim, yang membuat saya absen empat hingga lima pekan. Tapi, saya kemudian kembali bermain di pertandingan persahabatan dan bugar untuk bisa berlaga di putaran final,” tandas mantan bintang Inggris, yang kini menjadi pundit ternama, Alan Shearer, kepada SunSport.

Namun, jika pemulihan Kane tidak berjalan sesuai rencana, ditegaskan Shearer, pelatih Inggris Gareth Southgate tak perlu sedih. Ada empat dari lima top skorer di Liga Premier yang juga pemain Inggris, dan itu sebelum dia dapatkan Kane serta Raheem Sterling yang bukukan 11 gol.

Advertisement
advertisement
advertisement
Mimpi 4D
Mimpi 4D

Berikut ini prediksi Shearer soal penyerang yang bisa diandalkan Southgate jika Harry Kane tak sembuh tepat waktu:

TAMMY ABRAHAM

Mengingat musim ini menjadi musim pertamanya di Liga Premier, striker Chelsea tersebut berhasil langsung naik ke papan atas daftar penyerang hebat, seperti layaknya seekor bebek ke atas air.

Dia lakoni musim yang cemerlang sejauh ini, dan berhasil membayar semua kepercayaan sang pelatih Frank Lampard yang menaruh kepercayaan besar padanya. Pelatih berusia 41 tahun itu punya Olivier Giroud dan Michy Batshuayi yang siap membantu, tapi Abraham selalu tampil di awal pertandingan sejak awal musim ini, dan akui penyerang muda tersebut sebagai pilihannya. Lampard bahkan berikan jersey bernomor sembilan pada pemain yang pernah dipinjamkan ke Aston Villa tersebut.

Permainannya yang serbaguna sangat luar biasa bagi timnya. Dia memimpin garis depan, yang tentunya bukan pekerjaan mudah, dan dia selalu tampil luar biasa dalam memimpin rekan-rekan satu tim.

Sepertinya, tidak ada yang mengganggu Abraham dan dia tak akan diganggu bek lawan. Dia juga punya kecepatan, kekuatan dan kecerdasan di lapangan, sekaligus berhasil mencetak gol saat dia harus melakukan di posisi seperti itu.

Sejauh ini, Abraham sudah kantongi 13 gol di Liga Premier, tetapi Shearer memperkirakan ia bisa bukukan beberapa gol lagi. Menurut Shearer, Abraham-lah yang menjadi alasan utama bagaimana Chelsea kini berada di posisi empat besar.

MARCUS RASHFORD

Mengingat Manchester United naik-turun di musim ini, Rashford bisa melewati tugasnya dengan sangat baik. Tapi, tetap ada pertanyaan besar, apakah dia lebih baik di posisi penyerang tengah atau melebar di depan tiga?

Menurut Shearer, dia merasa Rashford bisa bermain melebar karena dia terlihat lebih nyaman di posisi itu. Jika dia mulai dari kiri, dia diberi kebebasan untuk melayang ke daerah-daerah di mana dia bisa mencetak gol. Hal itu kembali ditunjukkan Rashford di laga kontra Norwich City akhir pekan kemarin, ketika dia mendapat umpan silang Juan Mata untuk mencetak gol pembuka kemenangan Setan Merah, 4-0.

Posisinya menggambarkan apa yang terjadi di beberapa tim papan atas Liga Premier, terutama Liverpool. Mereka punya tiga pemain depan yang bisa berkeliaran di lapangan, Rashford terlihat sangat percaya diri saat ini dan hal itu diharapkan akan terus berlanjut.

DANNY INGS

Diungkapkan Shearer, siapapun lawan tak bisa mengabaikan performa Ings yang menjadi salah satu alasan utama Southampton berhasil menjauhkan diri dari zona merah.

Menurutnya, sangat sulit ketika seorang pemain harus membela tim yang ‘lebih rendah,’ ​​karena ia harus bisa memanfaatkan peluang daripada dapatkan peluang secara reguler.

Poin kuatnya, kemampuannya untuk masuk di belakang bek seperti yang ia lakukan pada akhir pekan kemarin untuk mencetak gol kemenangan 2-1 di laga melawan Leicester yang kini tengah berada di papan atas.

Ings merupakan seorang pencetak gol alami, dan bisa dikatakan saat ini kepercayaan dirinya sangat tinggi. Dia masuk lapangan dengan tekad – daripada berharap – mencetak gol. Perasaan yang luar biasa untuk siapapun pemain bernomor punggung sembilan.

“Saya masih akan terkejut jika dia benar-benar masuk ke skuad final Southgate di Timnas Inggris,” ujar Shearer.

Tapi jika Kane tidak berhasil pulih tepat waktu, dan Ings masih tetap mencetak gol dengan bebas seperti sekarang, mereka harus mempertimbangkan keterlibatan Ings di skuad The Three Lions dengan serius.

MASON GREENWOOD

“Saya suka semua yang saya lihat dari anak ini. Dia tidak kenal takut,” tandas Shearer.

Pemain berusia 18 tahun itu, dikatakan Shearer sebagai finisher alami. Dia sangat ingin menyelesaikannya lebih awal dan ini menunjukkan seberapa besar kepercayaan dirinya.

“Setelah masuk sebagai pemain pengganti di laga melawan Norwich City, Anda bisa melihat pikirannya yang tunggal untuk melepaskan tembakan dan mencetak gol dengan kaki kirinya dari luar kotak penalti,” tambahnya.

Pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, banyak mengoceh tentang Greenwood musim ini. Salah satu kekuatan besarnya adalah bagaimana ia merasa nyaman dengan kedua kakinya.

“Selalu ada pertaruhan yang menyerbu seorang pemain remaja ke dalam regu turnamen. Tapi jika dia terus tampil mengesankan seperti yang dia lakukan , maka siapa yang tahu kemana hal itu akan membawanya,” ujar Shearer.

Pemain lain yang harus dipertimbangkan adalah Dominic Calvert-Lewin dari Everton. “Tapi dia harus melakukan apa yang telah kita lihat dalam sebulan terakhir ini secara teratur, bahkan untuk kemungkinan dia dapatkan peluang,” tambahnya.

JAMIE VARDY

“Kita semua tahu betapa bagusnya Vardy dan dia jalani musim yang menakjubkan bersama Leicester,” ujar Shearer.

Salah satu alasan dia bertahan sangat tajam di lapangan adalah, karena dia berhenti bermain untuk The Three Lions setelah Piala Dunia 2018. Dia memang pernah menyatakan pensiun, tapi jika Kane absen, Vardy akan menghadapi tekanan untuk kembali ke Piala Eropa.

“Southgate jelas berpikir, ‘Saya tidak perlu meminta seseorang bermain untuk Inggris’. Saya mengerti sikap pemain dan manajer – dan pertanyaan itu tidak harus dijawab dulu. Tetapi jika Kane gagal pulih, Southgate mungkin harus bertanya pada Vardy,” tandasnya.

“Tidak akan ada masalah dengan skuad, jika Vardy telah melewatkan babak kualifikasi. Mereka hanya menginginkan yang terbaik untuk Timnas Inggris,” tegas Shearer.