Timnas Inggris Hadapi Aksi Rasial dengan Cara Sendiri

Timnas Inggris Hadapi Aksi Rasial dengan Cara Sendiri

Gilabola.com – Timnas Inggris siap tinggalkan lapangan jika mereka menjadi sasaran aksi rasial di laga Kualifikasi Piala Eropa 2020 yang kembali mereka gelar pekan ini.

The Three Lions akan bertemu Republik Ceko pada Sabtu (12/10) dinihari WIB, lalu hadapi Bulgaria tiga hari kemudian. Di Bulgaria, laga akan digelar secara tertutup sebagai buah dari aksi rasial yang dilakukan fans setempat pada Juni lalu.

“Jika itu dialami salah satu dari kami, itu berarti kami semua mengalaminya. Harry Kane bahkan pernah bilang, jika kami tidak suka, jika ada seorang pemain yang tidak suka, kami akan tinggalkan lapangan bersama-sama,” tegas pentolan Chelsea, Tammy Abraham, dalam BBC Sports.

Uefa memerintahkan penutupan sebagian stadion nasional Bulgaria menyusul aksi rasial yang dilakukan suporter mereka dalam pertandingan Kualifikasi Piala Eropa 2020 melawan Republik Ceko dan Kosovo pada Juni lalu.

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

Lalu, pada Agustus 2019, dua klub Bulgaria, yakni PFC Levski Sofia dan PFC Lokomotiv Plovdiv, juga dihukum Uefa karena bersikap rasis selama pertandingan Liga Europa.

Manajer Timnas Inggris, Gareth Southgate, mengatakan pada bulan lalu, ia akan berbicara dengan para pemainnya sebelum pertandingan pekan depan. Lalu, Abraham pun mengatakan para pemain telah memutuskan, mereka akan menyelesaikan masalah ini dengan tangan mereka sendiri, jika memang diperlukan.

Protokol tiga langkah Uefa untuk penanganan pelecehan rasial di lapangan memang akan berakhir jika para ofisial pertandingan meninggalkan pertandingan itu, jika pengumuman di dalam stadion tidak menghentikan aksi rasial yang terjadi.

“Kami memang bicara tentang itu (protokol Uefa tentang penanganan pelecehan rasial). Harry Kane juga telah bertanya, bagaimana kalau alih-alih tidak tertangani dengan tiga langkah tersebut, bagaimana jika kami putuskan bahwa kami ingin hentikan permainan – tidak peduli berapa skornya – jika kita tidak senang dengan semua aksi itu. Sebagai tim, kami akan memutuskan apakah tetap di lapangan atau tidak,” ungkapnya.

“Jika itu terjadi, dan katakanlah ada peringatan atau apapun di stadion, maka itu terjadi lagi, kami harus membuat keputusan sebagai tim, dan tentu saja bersama-sama dengan staf pelatih,” tambah Abraham.

Bek Aston Villa, Tyrone Mings, mengaku ‘kecewa’ karena harus berurusan dengan aksi rasisme di sepakbola pada 2019 ini, tapi ia merespon komentar Southgate pada tahun lalu bahwa Timnas Inggris masih punya pekerjaan yang harus diselesaikan di tanah air.

Kemenangan 5-1 yang dibukukan Villa di kandang Norwich City pada akhir pekan lalu, diikuti aksi klub yang mengatakan mereka ‘jijik dan ngeri’ mendengar nyanyian lagu bertema rasisme yang diperdengarkan para pendukung tuan rumah.