Timnas Jerman Yakin Kalahkan Prancis di Laga Pembuka Euro 2020 Karena Lima Alasan Ini

Gila Bola – Timnas Jerman yakin kalahkan Prancis di laga pembuka Euro 2020 yang akan digelar di Allianz Arena pada Rabu (16/6) dini hari WIB, karena lima alasan ini.

Skuad Joachim Low itu bisa hadapi ujian berat di laga pembuka mereka tersebut, karena Jerman akan bertemu dengan tim juara dunia. Namun bersama Manuel Neuer, Joshua Kimmich dan rekan-rekannya di skuad Die Mannschaft, skuad Low punya alasan untuk yakin bahwa mereka akan menang.

Berikut ini lima alasan mengapa Jerman harus yakin bahwa mereka akan menang di laga pembuka Euro 2020 melawan Prancis, seperti dilansir situs resmi Bundesliga:

1) Kembalinya Hummels dan Muller

Advertisement
QQCepat
QQCepat
TOTOBET
TOTOBET

Kehadiran bek Borussia Dortmund, Mats Hummels, dan penyerang Bayern Munchen, Thomas Muller, menjadi tambahan utama di Timnas Jerman. Kedua pemain itu pernah ikut membawa Der Panzer memenangkan Piala Dunia 2014, dan mereka akan kembali bermain setelah kembali dipanggil Low di turnamen musim panas ini.

Hummels tengah berada dalam performa terbaiknya saat ini, setelah sukses membawa Dortmund memenangkan Piala DFB dan penuhi syarat untuk berlaga di Liga Champions musim depan, setelah BVB menangkan delapan pertandingan terakhir mereka di musim 2020/21.

Channel Gilabola di Youtube

Penampilan Hummels saat ia berhasil sodorkan umpan terobosan di laga persahabatan terakhir Jerman melawan Latvia menunjukkan, bek berusia 32 tahun itu tak kehilangan kualitas permainannya, dan prospek dalam hadapi Prancis pekan depan dipastikan tak akan mengganggunya.

Hummels pula yang mencetak satu-satunya gol – saat ia berhasil menanduk bola hasil tendangan bebas Toni Kroos, dan membawa Timnas Jerman menang 1-0 atas Prancis di perempat-final Piala Dunia tujuh tahun lalu. Selama laga tersebut, Hummels tak henti-henti mengawal pergerakan Karim Benzema.

“Saya ingin menang, untuk itulah kami di sini,” tegas Hummels yang kantongi lima gol dalam 72 caps-nya bersama Jerman, kepada Kicker, jelang Euro 2020.

“Kami tahu kami punya kemampuan untuk itu dan kekuatan untuk memenangkan semua pertandingan di turnamen ini,” tambahnya.

Sementara Muller, ia juga bermain di Piala Dunia 2014 di Brasil dan membobol gawang Prancis saat Timnas Jerman menang atas Les Bleus setahun sebelumnya. Penyerang 31 tahun ini berhasil menjebol gawang PSG di musim ini, dan membawa Bayern Munchen menjadi juara di Liga Champions musim 2019/20. Muller juga berhasil menjadi penyuplai assist terbanyak di dua musim terakhir, dengan membukukan 21 dan 18 assist.

“Saya berharap tetap bermain hingga batas kemampuan saya secara fisik, teknis dan taktik. Saya ingin membawa kualitas ini, yang membuat saya sangat kuat selama satu setengah tahun lalu. Saya percaya dalam hal itu,” tandas Muller saat mendiskusikan ekspektasinya di Euro 2020 musim panas ini.

Seperti halnya Hummels, pengalaman dan kepemimpinan Muller – yang sudah bukukan 39 gol dalam 102 penampilannya untuk Jerman, akan membongkar pertahanan Prancis di laga pembuka nanti.

2) Memiliki Neuer di Bawah Mistar Gawang

Jelang turnamen ini, Low meminta para pemainnya untuk tunjukkan mentalitas yang sama saat mereka mengangkat trofi di tahun 2014.

“Saya sangat optimistis. Apa yang saya lihat dan saksikan dari tim saya, mereka punya energi dan ambisi yang sangat luar biasa. Para pemain itu sangat ambisius dan mereka selalu ingin sukses. Semua orang tahu, kami harus siap sejak awal, bahkan setiap saat,” ujar Low.

Manuel Neuer jarang sekali terlihat menurun dalam hal itu, terutama saat ia berlaga di panggung akbar. Kiper Terbaik Dunia tersebut saat ini telah lakukan penyelamatan besar, misalnya saat gawangnya terancam aksi penyerang asal Prancis, Kylian Mbappe dan juga Neymar, di final Liga Champions tahun lalu. Tak seperti di Piala Dunia 2018 saat Neuer baru saja pulih dari cedera, di Euro 2020 kiper 35 tahun tersebut tampil meyakinkan dengan permainannya yang tajam, seperti biasanya.

Lewat kemenangan 7-1 atas Latvia, Neuer pun menjadi kiper Jerman pertama yang  berhasil mencapai 100 caps. Pemenang Piala Dunia dan sembilan kali juara Bundesliga itu, tentunya bertekad membawa Timnas Jerman menjadi juara Eropa pula, apalagi gelar itulah satu-satunya penghargaan yang luput dalam karirnya di dunia sepak bola sejauh ini.

3) Joshua Kimmich

Pemain ini diakui mantan pelatih Bayern Munchen dan pelatih masa depan Jerman, Hansi Flick, berpotensi menjadi pemain terbaik dunia. Saat ini, Kimmich pun berada dalam kondisi terbaiknya.

Pemain berusia 26 tahun ini diakui sebagai pemain nomor enam terbaik di dunia, demikian ungkap mantan rekan setimnya di Bayern Munchen, Javi Martinez. Tapi, sepertinya, Kimmich akan dimainkan di sisi kanan lini tengah dalam laga melawan Prancis pekan depan.

Timnas Jerman ingin libatkan sebanyak mungkin talenta muda dalam starting XI mereka, dan – mengingat Kimmich awalnya menjadi bintang di posisi bek kanan Bayern, pergantian posisi harusnya tak masalah bagi pemain itu.

Namun, hal itu justru bisa menjadi masalah bagi bek kiri Timnas Prancis, Lucas Hernandez. Hernandez menjadi salah satu dari empat pemain Bayern Munchen yang bisa turun hadapi Jerman pekan depan, sehingga Low pastinya sudah tahu banyak tentang Hernandez, begitu juga Benjamin Pavard, Corentin Tolisso dan Kingsley Coman.

Sementara itu pelatih Prancis Didier Deschamps juga punya salah satu agenda utama, yakni membatasi pengaruh Kimmich di lapangan. Namun ambisi Kimmich di Kejuaraan Eropa ini sangat jelas, menang!

4) Bermain di Munchen

Hal lain yang dinilai sangat menguntungkan dan akan menjadi motivasi bagi Timnas Jerman untuk selalu menang di fase grup adalah, mereka bermain di kandang sendiri.

Apalagi sekitar 14.000 suporter akan diizinkan datang ke stadion, di mana tim tuan rumah pastinya akan mendapat energi tambahan dari dukungan fans di tribun. Hal ini akan menjadi elemen pertandingan yang tak – atau setidaknya, sangat minim dimiliki Prancis di laga nanti.

Ada begitu banyak suporter yang memenuhi Allianz Arena saat Prancis terakhir kali bermain di stadion milik Bayern Munchen tersebut pada bulan September 2018. Sayangnya, Jerman harus menutup pertandingan tersebut dengan skor 0-0 setelah penampilan heroik kiper Prancis, Alphonse Areola, yang lakukan serangkaian penyelamatan jitu di laga Uefa Nations League tersebut.

5) Diperkuat Para Pahlawan Liga Champions

Timnas Germany untuk Euro 2020 ini diperkuat tiga pemain yang menjadi kunci dalam kemenangan Chelsea di final Liga Champions melawan Manchester City bulan lalu. Mereka adalah Antonio Rudiger, Timo Werner dan Kai Havertz – yang mencetak gol semata wayang dalam laga itu.

Penampilan Rudiger juga sangat menawan, dan permainan Havertz yang kembali menawan di bawah asuhann Thomas Tuchel dianggap bisa membantu Jerman di turnamen ini.

Namun, bukan hanya ketiga pemain itu yang dianggap bisa membawa Jerman menjadi juara. Pasalnya, Low memiliki hingga delapan pemain Bayern Munchen yang sebelumnya mengklaim gelar juara Liga Champions di musim 2019/20.

Selain itu ada pula bintang Real Madrid, Toni Kroos, yang sebelumnya pernah amankan trofi Liga Champions di tiga musim beruntun, di samping Ilkay Gündogan yang juga bermain apik bersama City yang memenangkan gelar Liga Premier musim ini.

AHABET
AHABET