Timnas Korea Selatan Trauma Sadisnya Laga Lawan Korut

Timnas Korea Selatan Trauma Sadisnya Laga Lawan Korut

Gilabola.com – Timnas Korea Selatan menjadi trauma mengingat betapa sadisnya laga Kualifikasi Piala Dunia saat melawan Timnas Korea Utara.

Pemain Timnas Korea Selatan yang juga bintang Tottenham Hotspur, Son Heung-Min, mengatakan kepada France24 jika laga kualifikasi Piala Dunia bersejarah di Pyongyang adalah sebuah laga mengerikan. Ia menilai laga itu sangat agresif hingga membuatnya takut cedera, dengan pemain Timnas Korea Utara bahkan terus berikan sumpah serapah pada dirinya dan rekan satu tim.

Pertandingan di ibukota Korea Utara itu sendiri akhirnya berakhir imbang skor 0-0 pada hari Selasa waktu setempat. Laga di hadapan Presiden FIFA Gianni Infantino itu terjadi di dalam Stadion yang kosong melompong dan hampir sepenuhnya diblokir dari dunia luar. Laga yang benar-benar muram dan bahkan minim cahaya di beberapa tempat.

Pertarungan antara kedua belah tim yang negaranya masih secara teknis berperang itu berlangsung di Stadion Kim Il Sung Pyongyang. Sama sekali tanpa tayangan siaran langsung, tanpa pendukung dan tidak ada media asing yang diperbolehkan hadir untuk meliputnya.

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

“Laga itu benar-benar buruk apalagi kami tidak bisa menang. Pertandingan itu sangat agresif sampai menyentuh tingkatan yang saya pikir adalah prestasi besar untuk bisa kembali dengan selamat tanpa terluka sedikitpun ke negara kami,” ujar Son kepada para wartawan dengan merinding disko setelah kembali ke Bandara Incheon pada awal Kamis pagi waktu setempat.

Timnas Korea Selatan merasa bagaikan lagi perang lawan Korea Utara

“Para pemain Korea Utara sangat sensitif dan agresif sekali. Ngeri deh. Ada banyak dari mereka yang terus mengeluarkan kata-kata kasar kepada kami. Atuuut..”

Choi Young-Il, Wakil Presiden Asosiasi sepak bola Korea, menambahkan: “Pertandingan itu lebih seperti perang saja. Saya belum pernah melihat agresi seperti itu di dunia Sepakbola sampai sekarang. Gilak.”

Saat ditanya soal Stadion kosong, Son mengatakan jika dirinya sama sekali tidak terkejut. “Fakta itu agak membuat saya jadi berpikir bahwa (Korea Utara) kira kami adalah tim yang kuat (takut malu kalau masyarakat Korut lihat timnya kalah).”

Pemain Korea Selatan juga tidak diizinkan untuk menggunakan ponsel mereka selama mereka berada di Pyongyang. Meski mendapatkan larangan super ketat, namun Son mengatakan jika dirinya secara pribadi tidak keberatan. “Saya menyukai aturan itu juga sih, karena saya harus banyak bobo gitu deh biar bugar,” pungkasnya.