Timnas Wales Larang Gareth Bale Main Golf Selama Piala Eropa

Timnas Wales Larang Gareth Bale Main Golf Selama Piala Eropa

Gilabola.com – Timnas Wales larang Gareth Bale bermain golf saat ia bermain di gelaran Piala Eropa 2020.

Ditegaskan sang pelatih, Ryan Giggs, ia TIDAK akan membiarkan Bale sibuk dengan hobi golf-nya saat harus membela Wales di putaran final Piala Eropa musim panas tahun depan.

Bintang andalan Wales itu memang dikenal pehobi dan juga seorang pemain golf yang cukup andal. Tapi, Giggs menginstruksikan Bale agar sejenak tinggalkan hobinya tersebut dan fokus pada turnamen tersebut di mana Wales akan bertarung di Grup A melawan Italia, Swiss dan Turki.

“Ryan jelas-jelas sudah memastikan, saat ia sibuk di kamp latihan kami, dia harus fokus pada kami, dan sudah seharusnya ia hanya pikirkan sepakbola,” tegas pimpinan eksekutif Asosiasi Sepakbola Wales, Jonathan Ford, seperti dilansir SunSport.

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

“Anda tidak bisa berada dalam situasi, di mana para pemain Anda mempertaruhkan kesehatan dan kebugaran mereka dengan bermain golf. Saya menghargai beberapa pemain yang melihatnya secara berbeda. Anda tidak bisa latihan sepanjang hari, sehingga memang harus ada hiburan untuk melepas penat. Tapi anda tentunya harus berhati-hati,” tegas Ford mengingatkan skuad Timnas Wales.

Gareth Bale sebelumnya merayakan lolosnya Wales ke Euro 2020 bulan lalu, dengan berpose dan tertawa di depan spanduk kontroversial yang bertuliskan, ‘WALES. GOLF. MADRID. BEGITULAH URUTANNYA‘. Hal ini sempat memicu kemarahan suporter Real Madrid, dan juga media Spanyol.

Ini bukan kali pertama Ryan Giggs melarang Bale dan rekan-rekannya bermain golf. Pelatih 46 tahun itu sebelumnya juga pernah melarang Bale bermain gol di sela-sela gelaran Piala China pada Maret 2018. Kini, Giggs ungkapkan larangan yang sama untuk musim panas mendatang.

Giggs saat ini sedang mereka-reka di mana kira-kira kamp latihan skuadnya di Piala Eropa 2020, setelah drawing ajang tersebut menempatkan mereka di Baku, Azerbaijan, untuk dua pertandingan pembuka. Lalu, mereka akan beralih ke Roma untuk pertandingan yang digelar pada 21 Juni.

“Italia dan Azerbaijan akan menjadi daerah yang hangat, jadi harus berhati-hati karena penentuan kampnya tidak mendasarkan pada tempat di mana kita harus menyesuaikan diri. Yang jelas, Timnas Wales dan seluruh peserta harus berada di negara tuan rumah satu hari sebelum pertandingan, Anda tidak harus bermarkas di negara tuan rumah,” ungkap Ford.

“Kami akan berikan tim segala sesuatu yang mereka butuhkan, agar mereka punya peluang sukses lebih besar,” tandasnya.

Jika Wales memenangkan fase grup di putaran final nanti, maka mereka akan bermain di Wembley di babak kedua melawan runner-up dari Grup C, yang meliputi Ukraina, Belanda, Austria dan negara yang terpilih melalui play-off. Jika Wales finis di posisi kedua, maka mereka akan hadapi runner-up Grup B – yang terdiri dari Belgia, Rusia, Denmark atau Finlandia – di Amsterdam.