UEFA Kirim Surat Permintaan Maaf Ke Arsenal Soal Polemik Final Liga Europa

UEFA Kirim Surat Permintaan Maaf Ke Arsenal Soal Polemik Final

Gilabola.com – UEFA kirim surat permintaan maaf ke Arsenal soal polemik final Liga Europa. Mereka siap bekerjasama menolong fans ke Baku.

UEFA menyatakan jika mereka siap membantu Arsenal untuk menolong fans mereka yang ingin menonton laga final Liga Europa. Mereka akan melawan Chelsea di Baku yang punya jarak tempuh yang sangat jauh.

Baik The Gunners maupun The Blues sama-sama sudah memprotes alokasi tiket, saat kedua tim kebagian enam ribu tiket saja untuk Stadion dengan kapasitas penuh enam puluh sembilan ribu delapan ratus tujuh puluh bangku penonton. Pihak UEFA melalui Direktur Giorgio Marchetti lantas mengirim surat permintaan maaf mereka.

“Saya mengkonfirmasikan kesediaan untuk bekerjasama dengan pihak Anda untuk mencari solusi bagi semua fans.

Advertisement
advertisement
advertisement
DepoToto
DepoToto

“Semua ini terjadi bukan karena tidak memprediksi jika final akan mempertemukan dua klub Inggris saat keputusan diambil. Saat itu sedikit keraguan jika hal ini bakal menambah masalah yang signifikan.”

Arsenal menjual sedikit tiket dibandingkan Chelsea

“Kami benar-benar meminta maaf atas masalah yang ditimbulkan kepada fans kedua klub yang kesulitan untuk pergi ke Baku. Semua ahli kami bersedia bekerjasama penuh untuk mencari solusi terbaik bagi semua fans yang harus bepergian jauh. Kami terbuka untuk memecahkan masalah ini dengan penuh rasa hormat,” pungkasnya.

Solusi jelas perlu cepat mereka dapatkan, karena sejauh ini kedua tim sama-sama kesulitan untuk menjual tiket ke laga di Azerbaijan tersebut. Alih-alih ludes dalam beberapa hari, kubu The Blues bahkan baru menjual enam ratusan lembar tiket saja.

Jika kubu The Blues menjual di angka enam digit, kubu Meriam London bahkan baru menjual tiga ratus lembar tiket saja. Untuk tiket perjalanan yang paling irit, fans harus siapkan dana senilai tujuh belas juta rupiah (tidak termasuk makan dan penginapan). Wajar jika banyak yang ogah ke Baku.