Usai 1 Gol Tadi Malam, Final Mengerikan Spanyol vs Brasil Menanti di Olimpiade Tokyo

Gilabola.com – Seperti apakah final Olimpiade Tokyo yang melibatkan Spanyol vs Brasil? Anda bisa mengira-ngiranya sendiri setelah laga-laga penyisihan grup dengan rata-rata 2,83 gol naik menjadi 4,25 gol pada babak perempat final, anjlok menjadi hanya 0,5 gol saja rata-rata dari dua laga semifinal.

Brasil terpaksa menyelesaikan pertandingan semifinal Olimpiade Tokyo mereka melalui adu penalti setelah laga selama 120 menit usai tanpa gol. Beruntung kiper Santos sukses menghalangi serangan Eduardo Aguirre dalam adu penalti sebelum Johan Vasquez membentur tiang untuk sepakan penalti kedua Meksiko.

Dani Alves, pemain Arsenal Gabriel Martinelli, Bruno Guimaraes dan Reinier semuanya berhasil mencetak gol penalti untuk Brasil.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
Totobet
Totobet
978Bet
978Bet

Seolah-olah partai semifinal kedua juga akan berakhir dengan adu penalti sampai Marco Asensio mencetak gol, lima menit jelang akhir extra time 120 menit di Saitama Stadium.

Pemain sayap Real Madrid itu turun dari bangku cadangan untuk mencetak gol kemenangan dengan tendangan melengkung dari dalam kotak penalti guna mengirim Spanyol ke final Olimpiade pertamanya sejak menjadi runner-up pada Olimpiade tahun 2000 di Sydney.

Banjir Gol di Grup dan Perempatfinal

Secara keseluruhan ada enam pertandingan di tiap grup, dikali empat. Total ada 24 pertandingan semasa penyisihan grup Olimpiade Tokyo. Dengan total 68 gol terjadi maka secara rata-rata tercipta 2,83 gol per pertandingan pada tahap grup.

Beberapa bahkan dengan skor besar, misalnya kemenangan Meksiko 4-1 atas Perancis, kemenangan Brasil 4-2 atas Jerman. Keduanya pada matchday pertama.

Kemudian kemenangan Perancis 4-3 atas Afrika Selatan dan Honduras 3-2 atas Selandia Baru, selain skor 4-0 Korea Selatan atas Rumania dan kemenangan Jerman 3-2 atas Arab Saudi pada matchday kedua.

Laga terakhir grup juga masih diwarnai skor-skor besar. Misalnya kemenangan Laskar Taegeuk (Korea Selatan) 6-0 atas Honduras, kemenangan El Tri (Meksiko) atas Bafan Bafana (Afrika Selatan) dengan skor 3-0 dan kemenangan Samurai Biru (Jepang) 4-0 atas Les Bleus (Perancis).

Apakah babak sistem gugur sepakbola Olimpiade Tokyo menghentikan banjir gol? Tidak juga. Yang terjadi malah lebih ganas lagi. Pertandingan Spanyol vs Pantai Gading di Miyagi Stadium, misalnya, usai dengan skor 5-2. Kemudian Meksiko menghabisi Korea Selatan di Yokohama Stadium dengan skor 6-3!

Ada empat pertandingan perempat final dengan jumlah gol 17. Jadi terjadi rata-rata 4,25 gol per pertandingan delapan besar. Dua laga dengan jumlah gol minim adalah Jepang vs Selandia Baru 0-0, yang harus diselesaikan dengan adu penalti. Dan kemudian Brasil vs Mesir dengan skor 1-0.

Semifinal Panceklik Gol

Setelah rata-rata 4,25 gol di perempat final, yang naik dari 2,83 gol per pertandingan grup, dua laga semifinal malah minim gol. Meksiko versus Brasil, usai tanpa gol. 0-0! Pertandingan itu terpaksa harus diselesaikan dengan adu penalti, yang dimenangkan oleh Selecao.

Sementara pertandingan semifinal lainnya, Jepang vs Spanyol, butuh extra time dan gol dari pemain Real Madrid Marco Asensio, lima menit jelang akhir. Padahal tiga dari empat tim itu memiliki produktifitas gol terbanyak pada babak penyisihan grup. Meksiko delapan gol pada penyisihan grup, ditambah enam gol saat perempat final. Total 14 gol. Brasil dan Jepang 7 gol saat babak grup. Usai perempat final hanya total 8 gol bagi Brasil, tetap 7 bagi Jepang.

Hanya Spanyol, yang melewati babak grup dengan dua gol saja, menang besar 5-2 atas Pantai Gading pada partai delapan besar.

Jadi, Final Macam Apa Nanti?

Dengan hanya satu gol saja dari dua pertandingan semifinal, padahal Meksiko, Brasil dan Jepang menjadi raja-raja gol semasa penyisihan grup, plus lima gol yang disarangkan Spanyol pada perempat final, maka final sepak bola Olimpiade Tokyo diprediksi akan sangat lesu.

Baik Brasil maupun Spanyol akan kembali pada pendekatan aman mereka di babak semifinal. Bukan bermain defensif, tapi pengendalian bola dan mencegah lawan mendapatkan bola dengan cara intersepsi, tackles, dan recoveries secara cepat. Juga memperketat lini belakang, agar minimal gerakan di dalam kotak penalti.

Kita tidak akan melihat banyak gol, kecuali dari hasil kesalahan pemain. Jika laga berlangsung hati-hati maka sangat besar kemungkinan pertandingan akan diselesaikan dalam masa extra time, sebagaimana dua partai semifinal.

Kemungkinan lain, baik skuad La Roja maupun Selecao, akan mencari gol cepat selama 5-10 menit pertama, guna memaksa lawan bermain lebih terbuka saat mencari gol penyama kedudukan. Jika skenario ini yang terjadi maka final akan lebih menarik dengan banyak gol terjadi!

AHABET
AHABET
HKINDO
HKINDO