Valverde Pemain Terbaik Meski Kena Kartu Merah di Final Piala Super

Valverde Pemain Terbaik Meski Kena Kartu Merah di Final Piala Super

Federico Valverde, bukan kiper Thibaut Courtois, yang secara mengejutkan memperoleh gelar pemain terbaik meski kena kartu merah di final Piala Super Spanyol di Jeddah Arab Saudi, tadi malam.

Aksi-aksi kiper Real Madrid Thibaut Courtois yang berhasil melakukan sejumlah penyelamatan selama 120 menit, serta melakukan pemblokiran tendangan Thomas Partey saat adu penalti melawan Atletico, memang sangat penting. Namun gelar pemain terbaik pada laga Piala Super Spanyol tadi malam diberikan kepada Federico Valverde.

Valverde dinilai mengambil keputusan sangat cepat dan penting saat sebuah serangan balik kilat sampai ke Alvaro Morata, yang melaju cepat dan sendirian menuju gawang Los Blancos. Sedikit lagi mantan pemain Real Madrid dan Juventus itu akan masuk kotak penalti dan berhadapan satu-lawan-satu dengan Courtois. Pemain Uruguay itu kemudian mengambil keputusan sangat penting yang mengubah jalannya pertandingan. Ia menjepit kaki Morata dan menjatuhkan striker Atletico itu sekitar satu meter sebelum masuk kotak penalti.

Terang saja Valverde memperoleh kartu merah dari wasit karena Morata dalam peluang besar untuk mencetak gol. Namun jika ia tidak melakukan pelanggaran tersebut dan membiarkan Morata masuk ke dalam kotak, situasi lebih buruk bisa terjadi. Gol kemungkinan besar akan terjadi dan Real Madrid akan kalah dalam final Piala Super ini. Jadi keputusan yang dibuat oleh pemain 21 tahun tersebut sangat disesalkan karena mengurangi jumlah pemain Los Blancos menjadi 10 orang, namun harus dilakukan demi menghindari kekalahan Real Madrid pada masa perpanjangan waktu, menit 114.

Advertisement
Pulsa Gratis
Pulsa Gratis
RatuCasino77
RatuCasino77

Pelanggaran yang dilakukan Federico Valverde tidak disambut dengan baik oleh para pemain Los Colchoneros dengan Angel Correa serta Stefan Savic mendorong dada sang pemain Uruguay.

Pengorbanan Valverde terbukti benar. Dalam adu penalti dua pemain lawan, yakni Saul Niguez dan Thomas Partey, gagal melaksanakan tugasnya. Kieran Trippier berhasil menipiskan skor 3-1 tapi Sergio Ramos selaku eksekutor keempat tak berbuat kesalahan. Dengan posisi 4-1 sudah mustahil Atletico menyusulnya. Real Madrid pun merebut trofi kesembilan dari sembilan final yang diikutinya di bawah asuhan Zinedine Zidane.