Villarreal, Satu Lagi Tim Spanyol yang Rambah Final Ajang Eropa

Gilabola.com – Villarreal menjadi satu lagi tim asal Spanyol yang berhasil merambah final ajang Eropa setelah mereka dijadwalkan bertemu Manchester United di laga pemuncak Liga Europa pada Kamis dini hari 27 Mei 2021.

Selama ini, Real Madrid menjadi tim Spanyol yang paling sering memenangkan ajang Eropa bersama Barcelona dan Sevilla. Lalu muncul Atletico, Valencia dan Athletic Bilbao.

Selama beberapa dekade terakhir, klub-klub sepak bola asal Spanyol dipertimbangkan termasuk sebagai yang terbaik di Eropa, secara internal maupun di tingkat benua. Real Madrid berhasil memenangkan lima European Cup pertama secara berturut-turut, sedangkan Barca juga ikut berpartisipasi walaupun mereka butuh waktu lama untuk merebut gelar pertama, hingga sukses kantongi lima trofi selama bertahun-tahun.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
TOTOBET
TOTOBET

Begitulah cara klub-klub raksasa melakukannya, tapi sepak bola Spanyol punya tim lain yang juga menyandang predikat ‘yang terhebat’ di Eropa, seperti halnya Sevilla yang mendominasi Liga Europa maupun Atletico yang alami nasib buruk dalam merebut gelar di kancah Eropa.

Lalu setelah Zaragoza, Athletic, Valencia dan Espanyol, kini Villarreal pun menjadi satu lagi klub asal Spanyol yang berlaga di Eropa dan berpeluang tampil mengangkat trofi juara dini hari nanti.

Channel Gilabola di Youtube

Diungkapkan AS, sejak diperebutkan pada tahun 1960-an sampai saat ini, Real Madrid sudah menjadi klub langganan juara di European Cup. Sampai saat ini, Los Blancos sudah kantongi 13 gelar juara dari 16 laga final yang mereka lakoni, sementara di tiga laga final lainnya mereka menjadi runner-up.

Di beberapa laga final terakhir ini, El Real hanya dikalahkan Benfica, Inter Milan dan Liverpool. Madrid juga mendominasi ajang Eropa di era modern lewat empat gelar yang mereka kantongi dalam waktu lima tahun, di mana tiga di antaranya diraih secara berturut-turut, yakni di musim 2015/16, 2016/17 dan 2017/18.

Sedangkan Barcelona, menjadi tim juara dengan sejarah tertinggi kelima lewat lima gelar yang diraihnya di musim 1991/92, 2005/06, 2008/09, 2010/11 dan 2014/15, di samping alami tiga kekalahan di babak final.

Dua tim raksasa itu menjadi hanya dua jawara Eropa yang dimiliki Spanyol, walau Atletico pernah beberapa kali meraih kejayaan di beberapa kesempatan. Di tahun 1974 mereka kalah dari Bayern Munchen, lalu di tahun 2014 dan 2016 dikandaskan Real Madrid.

Satu tim Spanyol lainnya yang berhasil dikalahkan Bayern dan Real Madrid adalah Valencia, yang pernah melaju ke final di musim berturut-turut tanpa kemenangan, yakni di tahun 2000 dan 2001.

Barcelona muncul sebagai tim juara dengan sejarah maksimal lewat empat gelar juara dan dua runner-up. Piala Si Kuping Besar ini juga bisa dilihat di kotak piala di markas Atlético yang menjadi pemenang di musim 1961/62 – saat masih bernama European Cup Winners Cup, lalu Valencia, yang jadi pemenang tahun 1980 dan Zaragoza, pemenang tahun 1995 lewat gol mistis Nayim ke gawang Arsenal yang dijaga David Seaman.

Sevilla Mendominasi Liga Europa
Kompetisi itu berubah nama dan Sevilla mengambil alih trofi di kompetisi tersebut. Liga Europa seakan menjadi daerah kekuasaannya dengan catatan kemenangan tertinggi klub tersebut di ajang Eropa, dengan koleksi enam gelar juara dan belum pernah menjadi runners-up. Seluruh laga final ditutup Sevilla dengan kemenangan, yakni di tahun 2006, 2007, 2014, 2015, 2016 dan 2020.

Klub Spanyol yang menjadi finalis untuk pertama kalinya adalah Athletic Bilbao, yang kalah dari Juventus, dan juara pertama dari negara tersebut adalah Real Madrid, yang menambahkan dua kemenangan beruntung, dengan kalahkan Videoton dan Colonia.

Sedangkan Espanyol, kalah dalam drama adu penalti di tahun 1988 saat mereka hadapi Bayer Leverkusen. Lalu, tak ada lagi tim asal Spanyol yang berhasil merambah final Uefa Cup hingga tahun 2001, saat laga Alaves bertemu Liverpool dan suguhkan satu pertandingan terbaik di kompetisi sepak bola tier kedua Eropa tersebut.

Di tahun 2004, Valencia mengambil alih gelar juara setelah menang atas Marseille. Lalu, Sevilla kembali menjadi juara dengan mengalahkan sesama tim asal Spanyol, Espanyol, dalam drama adu penalti yang berakhir 3-1 (2-2) di musim 2006/07  yang menjadi kesempatan kedua mereka dalam amankan gelar juara di turnamen tersebut.

Atlético juga menjadi salah satu tim asal Spanyol yang menikmati turnamen ini, di mana mereka perah mengalahkan Fulham, Marseille dan Athletic Bilbao – dalam final yang digelar dengan cita rasa La Liga, untuk amankan tiga gelar juara di kompetisi tier kedua Eropa ini.

AHABET
AHABET