Wartawan Bola Ghana Tewas Karena Bongkar Kasus Pengaturan Skor

Wartawan Bola Ghana Tewas Karena Bongkar Kasus Pengaturan Skor

Wartawan Bola di Ghana tewas dengan cara ditembak saat berkendara pulang ke rumahnya. Sang awak media bernama Ahmed Hussein-Suale dibunuh usai berani mengungkap kasus korupsi di sepakbola negaranya.

BBC merilis jika Ahmed Hussein-Suale dibunuh dengan ditembak sebanyak dua kali pada bagian dada dan leher hingga tewas. Insiden itu terjadi pada saat ia berkendara pulang di pinggiran kota Accra, ibu kota Ghana, Rabu (16/1) malam waktu setempat.

Pihak Kepolisian menyatakan jika Hussein-Suale langsung tewas ditempat dalam serangan tersebut. Tiger Eye PI, rumah jurnalisme investigatif tempat sang wartawan bola bekerja, masih berharap jika dalang di balik pembunuhan ini bisa segera ditangkap.

“Kami dengan ini menyerukan kepada agen keamanan untuk bisa membuka kedok semua yang terlibat di balik pembunuhan ini dan membawanya menjadi tulisan,” ujar Tiger Eye PI dengan sedih melalui AP.

Meski sudah diminta, namun Polisi masih belum mengumumkan siapa pihak yang bertanggung jawab atas penyerangan tersebut. Presiden Ghana, Nana Akufo-Addo, ikut berduka dan mengutuk pembunuhan itu. Ia memerintahkan polisi untuk sesegera mungkin menangkap para pelaku pembunuhan.

Advertisement
OLE777
OLE777

Sosok Hussein-Suale sendiri termasuk wartawan tangguh yang bekerja di bawah arahan Anas Aremayaw Anas, jurnalis investigasi di Ghana. Mereka sudah cukup lama berjuang mengungkap berbagai skandal korupsi di negara Afrika.

Hussein-Suale dan rekan-rekannya terakhir kali sempat menginvestigasi kasus korupsi di sepakbola Afrika yang bergelimang aksi suap plus praktik pengaturan skor. Dokumenter mereka sukses mengungkap keterlibatan pejabat sepakbola Ghana dalam kegiatan terlarang tersebut.

Wartawan Bola di Ghana yang bertaruh nyawa dalam tugasnya

Ia berhasil mengungkap keterlibatan Kwesi Nyantakyi, yang merupakan orang terkuat kedua di sepakbola Afrika yang juga sekaligus anggota Dewan FIFA. Pejabat itu dijebak dengan uang sebesar 65 ribu dollar untuk mengatur sebuah pertandingan.

Karuan Nyantakyi dilarang beraktivitas dalam dunia sepakbola Ghana lagi. Sepakbola Ghana juga dibekukan sehingga membuat banyak wasit dan perangkat pertandingan dipecat karena terbongkarnya praktik suap dan pengaturan skor mereka. Wajar jika ia jadi banyak musuh karenanya.

Cara investigasi dengan menyamar yang dilakukan oleh Hussein-Suale dapat kecaman, termasuk dari Kennedy Agyapong, seorang anggota parlemen Ghana. Sang anggota parlemen sempat memprovokasi agar sosok Hussein-Suale dipukuli jika terlihat sebab dianggap orang yang berbahaya.

Agyapon langsung dicurigai banyak pihak, namun sang politisi membantah keterlibatannya dalam kasus pembunuhan Hussein-Suale. Hingga kini pihak Kepolisian masih menyelidiki kejadian tersebut. Di Afrika sendiri kekerasan masih kerap terjadi hingga saat ini.