Wasit Bola Patah Tulang Rahang, Diserang Pemain

Wasit Bola Patah Tulang Rahang, Diserang Pemain

Seorang wasit sepak bola di Irlandia menderita patah tulang rahang dan kantung mata sobek, diserang tiga pemain yang kalah usai sebuah pertandingan sepak bola. Lihat rahangnya yang miring.

Sebuah pertandingan sepak bola amatir di Irlandia usai dengan skor 3-1. Segalanya berjalan baik sampai wasit itu kembali ke mobilnya di lapangan parkir dan ia diserang oleh tiga orang pemain dan satu suporter.

Serangan fisik itu cukup berat, menyebabkan sang wasit bernama Daniel Sweeney dan berusia 50 tahun itu menderita patah tulang rahang dan kerusakan pada kantung mata sebelah kanan. Polisi sudah dipanggil untuk melakukan investigasi atas masalah ini tapi belum ada satu orang pun yang ditahan.

Insiden ini terjadi usai laga antara Mullingar vs Horseheap, yang usai dengan skor 3-1. Pimpinan Combined Counties League, divisi yang membawahkan pertandingan ini, mengecam serangan terhadap wasit ini. Sean Montgomery yang menjadi bos divisi ini menyerukan dijatuhkannya hukuman larangan seumur hidup bagi para pelakunya.

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

“Saya belum pernah melihat hal seperti ini sebelumnya dan liga menanggapi hal ini dengan sangat serius. Daniel adalah wasit yang sangat bagus,” katanya kepada BBC. “Saya diberi tahu itu adalah pertandingan sepak bola yang baik dan Mullingar menang 3-1.”

Salah wasit menulis di Twitter: “Salah satu wasit kami di Midland Branch hari ini setelah pertandingan dengan kejam diserang oleh para pemain ini. Seharusnya tidak ada toleransi sama sekali. Kami sebagai wasit hanya melakukan pekerjaan. Tidak ada wasit, tidak ada permainan bola.”

Polisi Irlandia sedang menyelidiki insiden itu tetapi belum melakukan penahanan.

Presiden Komunitas Wasit Sepak Bola Irlandia, Paul O’Brien mengatakan kepada Irish Times: “Tingkat kekerasa [terhadap wasit] telah meningkat. Kami mencoba untuk melawannya tetapi kami harus melakukan yang terbaik dalam batas-batas yang diizinkan oleh FAI.”

Dan Chris Hand, sekretaris Combined Counties Football League, mengatakan kepada RTE bahwa masyarakat terkejut dengan insiden pemukulan wasit ini. Dia berkata: “Daniel telah menjadi wasit selama beberapa tahun dan dia orang baik. Laporan wasit akan kami terima dalam beberapa hari ke depan atau lebih. Mereka yang terlibat telah dikenali. Mereka segera diskors dari semua aktivitas sepakbola.”

“Kami akan mengikuti prosedur FAI soal bagaimana kami menangani insiden seperti ini. Kami akan menindaklanjuti dengan hukuman terkuat yang kami bisa. Saya pikir apa yang mengejutkan semua orang tentang kemarin adalah betapa kejamnya kekerasan ini. Tidak ada tempat untuk [kekerasan] ini dalam olahraga, dalam olahraga apa pun.”