Wasit Tony Chapron Minta Maaf Beri Kartu Merah

Wasit Tony Chapron sudah meminta maaf atas aksi nekat dalam laga sebelumnya.
Wasit Tony Chapron sudah meminta maaf atas aksi nekat dalam laga sebelumnya.

Kartu kuning kedua alias kartu merah Diego Carlos telah dibatalkan setelah Liga Sepakbola Profesional Prancis (LFP) menolaknya dan wasit Tony Chapron meminta maaf.

Bek Nantes itu harus menerima kartu kuning kedua di pertandingan melawan Paris Saint-Germain, Senin (15/01) dini hari WIB kemarin.

Kala itu Nantes yang sedang dalam kondisi tertinggal, melakukan serangan balik cepat di penghujung laga.

Diego Carlos berniat membantu rekan-rekannya dengan maju ke area bertahan Les Parisiens, tapi wasit Tony Chapron menghalangi jalur larinya.

Advertisement

Chapron pun terjatuh setelah larinya terganggu Carlos, dan sang wasit sempat memberikan tendangan sebagai bentuk refleks.

Tendangan tersebut mengenai tulang kering Carlos dan Chapron pun langsung mengeluarkan kartu kuning kedua.

Rekan-rekannya di Nantes pun melayangkan kritikan atas tindakan Chapron tersebut dan malahan presiden klub, Waldemar Kita, berharap sang pengadil diberikan sanksi.

Ternyata permintaan Kita didengar oleh LFP sebagai otoritas Liga Prancis dengan membatalkan kartu merah Diego Carlos sehingga bek asal Brasil itu bisa tetap berlaga pekan depan.

Tony Chapron pun mengucapkan permohonan maafnya tapi LFP sudah mencoret namanya di pertandingan pekan depan dan akan segera melalui proses dengar pendapat indisipliner.

“Saat tabrakan itu terjadi, saya merasakan sakit yang teramat sangat di area yang pernah menderita cedera sebelumnya,” ujar Chapron.

“Reaksi saya yang teramat disesalkan adalah dengan menjulurkan kaki ke sang pemain [Carlos].”

“Reaksi tersebut tidak sepantasnya dilakukan, jadi saya meminta maaf kepada Diego Carlos setelah insiden ini.”

“Laporan tambahan dikirimkan ke komite disipliner sehingga kartu merah yang diterima pemain Nantes [Carlos] akan dibatalkan, karena gestur dia [kala tabrakan itu terjadi] tidak sengaja.”

“Sekarang saya hanya akan memberikan komentar terhadap otoritas kompeten saja.”