Site icon Gilabola.com

Xabi Alonso Akui Telat Masukkan Kylian Mbappe di Final Piala Super Spanyol

Xabi Alonso di laga Barcelona vs Real Madrid

Gilabola.com – Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, mengakui bahwa dirinya terlambat untuk memasukkan Kylian Mbappe selama kekalahan 3-2 dari Barcelona di final Piala Super Spanyol.

Sempat diberitakan mungkin tidak akan dibawa ke Piala Super Spanyol demi fokus pada pemulihan dari cedera, Mbappe ternyata masuk ke dalam daftar bench di laga El Clasico yang penuh gengsi ini.

Tanpa penyerang Prancis itu, Xabi Alonso memainkan Gonzalo Garcia di depan bersama Rodrygo Goes dan Vinicius Junior, di mana mereka sempat tertinggal dua kali melalui Raphinha dan Lewandowski.

Tapi dua kali pula Real Madrid mampu membalas melalui gol-gol Vinicius dan Garcia, membuat babak pertama berakhir dengan skor 2-2 dalam laga yang benar-benar membuat sport jantung.

Nah, ketika laga sudah mulai memasuki 20 menit akhir pertandingan, Alonso sebenarnya ingin membawa masuk Mbappe untuk mengubah dinamika permainan, sayangnya itu keputusan yang lambat.

Raphinha mencetak gol keduanya menit ke-73, membawa Barcelona unggul 3-2, dan barulah situasi tertinggal ini membuat taktisi Spanyol itu memasukkan penyerang Prancis itu menggantikan Garcia.

Sayangnya, pergantian telat itu tidak mampu memberikan dampak yang diharapkan. Masukmnya Franco Mastantuono dan Dani Ceballos juga gagal mengubah pertandingan dalam laga yang berakhir untuk kemenangan Barca.

Pengakuan Alonso soal Rencana Pergantian

Berbicara usai pertandingan, Alonso mengaku bahwa Mbappe seharusnya masuk tepat sebelum Real Madrid kebobolan gol ketiga. Menurutnya, tim ingin menambah unsur ketidakseimbangan dan penetrasi ke area kosong melalui kehadiran Mbappe.

Dia menambahkan bahwa Mbappe memberi dampak itu meski datang sedikit terlambat. Sayangnya, kondisi tertinggal skor membuat efek yang diharapkan tidak maksimal seperti rencana awal.

Alonso menyesal karena timnya kebobolan sebelum masuknya Mbappe, yang diakuinya mampu meningkatkan daya ofensif timnya dan memaksa Barcelona bertahan lebih dalam.

Juru taktik berusia 44 tahun itu menggambarkan perasaan campur aduk seusai pertandingan. Di satu sisi ada kekecewaan karena gagal mengangkat trofi, namun di sisi lain dia juga bangga terhadap sikap dan komitmen para pemain.

Exit mobile version