Yaya Toure Belum Mau Pensiun Sebelum Dapatkan Ini

Yaya Toure

Gelandang Manchester City Yaya Toure berharap bisa menjadi juara Liga Champions agar bisa bahagia ketika menengok kembali perjalanan karir profesionalnya.

Pemain berusia 34 tahun itu terakhir kali mengangkat trofi bergengsi tersebut kala masih membela FC Barcelona, yaitu di 2009 dengan mengalahkan Manchester United 2-0 di final.

Namun sejak saat itu ia belum lagi pernah memenangkan Liga Champions setelah memutuskan hengkang ke The Citizen karena tidak bisa bersaing melawan Sergio Busquets.

Akan tetapi di Etihad ia berhasil menjadi bagian skuad City yang menjuarai dua titel Liga Inggris, dua Piala EFL dan sebiji Piala FA.

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

Sedangkan di level tim nasional, terakhir kali ia mengangkat trofi Piala Afrika 2015 bersama Pantai Gading, namun kini dengan usia yang sudah tidak muda lagi Yaya Toure berharap bisa menutup karir dengan satu piala lagi: Liga Champions.

“Saya sangat ingin memenangkan Liga Champions lagi. Saya sudah memenangkan segalanya di Inggris bersama City dan sekarang saya ingin sesuatu yang sangat spesial bagi para suporter dan klub,” ujarnya pada Daily Mirror.

“Saya cukup beruntung bisa memenangkan beberapa trofi penting untuk klub-klub yang pernah saya bea dan juga Pantai Gading. Namun Liga Champions sangat spesial. Untuk bisa bahagia, saya harus memenangkannya kembali.”

“Sejujurnya, Liga Champions merupakan kompetisi tersulit di dunia sepak bola. Sangat sulit juga untuk diprediksi sebab semua tim yang ikut serta memiliki kualitas yang luar biasa.”

“Anda harus fokus ke setiap pertandingan sebab tim-tim seperti Barcelona, [Real] Madrid dan Juventus adalah tim-tim yang sempurna, yang lebih baik dibandingkan tim-tim yang kami hadapi di [kompetisi domestik] Inggris.┬áPengalaman sangat penting dan kami memilikinya saat ini.”

Walau memuji duo Spanyol dan Juventus, namun ternyata Yaya Toure merasa Napoli pun bisa dimasukkan sebagai salah satu kandidat juara.

“Saya bisa melihat perkembangan yang dimiliki City. Saat ini kami bisa bersaing melawan klub-klub besar Eropa. Namun ujian sesungguhnya melawan tim-tim sepeti Barca, Madrid, Juventus, Bayern [Munchen] dan Paris Saint-Germain.”

“Kami saat ini salah satu klub papan atas namun harus membuktikannya. Saya sangat bersemangat sebab kami ingin bermain melawan Madrid dan Barca untuk menunjukkan sampai mana kami berkembang.”

“Bermain di Napoli merupakan pengalaman yang menyeramkan. Sangat sangat sulit bagi lawan [untuk mengembangkan permainan] karena para suporternya.”

“Stadionnya luar biasa besar dan suasananya sangat mencekam. Namun saya rasa kami bermain baik seperti ketika bermain di Manchester.”

“Mereka datang ke sini dan memberikan perlawanan yang alot hingga akhir laga, namun saya yakin kami adalah tim yang lebih berbahaya jika bermain tandang.”

“Ketika sebuah tim menyerang kami, kami bisa memanfaatkan ruang di yang ditinggalkan di belakang. Dengan pemain-pemain cepat seperti Raheem [Sterling], [Leroy] Sane dan [Sergio] Aguero, kami bisa memanfaatkan ruang tersebut.”